BagusNews.Co – Penghentian pengiriman sampah dari Tangerang Selatan (Tangsel) ke PT Aspex Kumbong di Kabupaten Bogor dilakukan oleh Pemkab Bogor menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan pengelolaan sampah di kota penyangga Jakarta ini.
Diketahui, penghentian tersebut lantaran sejumlah kendala operasional dan perizinan yang harus dipenuhi. Keputusan itu menyebabkan pengelolaan sampah dari Tangsel di fasilitas milik PT Aspex Kumbong terhenti sementara.
Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menyatakan kesiapan untuk membuka jalur komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor demi melanjutkan pengiriman sampah ke PT Aspex Kumbong.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya menyelesaikan hambatan yang menyebabkan penghentian pengiriman sampah sementara waktu. Demikian disampaikan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan.
“Saat ini kami berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait kerja sama dengan PT Aspex Kumbong,” ujar Pilar saat ditemui di kantor Puspemkot Tangsel, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemkot Tangsel telah memperoleh perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) sebagai tempat pengolahan sampah sehingga diharapkan langkah kerja sama pengelolaan sampah dapat segera dilanjutkan.
“Tinggal nanti komunikasi dengan Pemkab Bogor terus dibangun sampai ada titik terang,” tambah Pilar.
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel berharap dialog ini akan menghasilkan solusi terbaik agar pengiriman sampah dapat kembali berjalan lancar dan pengelolaan sampah di Tangsel tetap efisien.
“Mudah-mudahan ada berita baik dalam waktu dekat ini,” harap Pilar.
Sementara itu, sebagai langkah sementara, pengelolaan sampah dari Tangsel dialihkan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cilowong di Kota Serang.
Pilar menyebut, pengiriman sampah ke Cilowong masih berjalan meskipun kapasitasnya saat ini baru mampu menampung sekitar 10 truk per hari.
“Kalau pengiriman ke PT Aspex Kumbong terhenti, kami mengalihkan ke Cilowong sebagai solusi sementara,” pungkasnya. (Red/Munjul)







