BagusNews.Co – Walikota Serang Budi Rustandi meninjau ruang kelas SD Negeri Ciputat, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, yang terendam banjir, Kamis, 29 Januari 2026.
Hujan deras yang mengguyur Kota Serang pada Rabu malam, 28 Januari 2026, sekitar pukul 21.16 WIB, mengakibatkan saluran drainase di belakang sekolah meluap hingga masuk ke dalam ruang kelas.
Usai meninjau, Budi menyimpulkan bahwa banjir yang terjadi di SDN Ciputat karena tidak adanya drainase di depan sekolah dan luapan aliran air di belakang sekolah.
”Saya ingin mengecek secara langsung karena SD Ciputat ini biasa langganan banjir, karena di belakang sekolah ini ada aliran air dan di depan tidak ada drainase,” ujarnya.
Budi Rustandi mengatakan, sebelumnya ada rencana untuk membangun drainase di depan sekolah, namun ditolak oleh warga. Namun, sekarang warga sudah setuju untuk dibangun drainase di depan sekolah.
”Alhamdulillah sekarang mereka mau dibangun juga boleh. Nanti insya Allah kita buat perencanaannya, sekolahnya akan kita tinggikan, insya Allah akan dibangun oleh kita agar tidak terjadi banjir lagi,” katanya.
Menurutnya, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan perencanaan dan pengalokasian anggaran yang sesuai dengan peraturan keuangan.
”Nanti kita tunggu anggaran masuk, akan kita bangun oleh Pemerintah Kota Serang dan menjadi program prioritas, apalagi terkait pendidikan,” jelas Budi.
Budi berencana memasukkan program ini ke dalam skala prioritas pada 2027 mendatang, namun pihaknya akan berusaha untuk memasukkannya ke dalam anggaran tahun ini jika memungkinkan.
”Maksimal tahun depan akan dibangun, tapi saya upayakan tahun sekarang kalau ada tambahan dana insentif atau dana DPA,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengaku telah menyampaikan langkah awal dalam mengantisipasi kembali terjadinya banjir di ruang kelas SDN Ciputat.
”Langkah yang paling efektif kita lakukan untuk mengantisipasi banjir lagi banjir lagi itu dua hal. Pertama memperbaiki semua drainase, dan yang kedua membuat benteng agar air tidak masuk ke dalam kelas,” ungkapnya.
Menurutnya, banjir yang melanda sekolah ini berasal dari air serapan kali yang bocor dan langsung mengarah ke bawah tembok belakang sekolah, sehingga mengakibatkan tiga ruang kelas terendam banjir.
”Pokoknya saluran air ini naik, debit air tinggi, curah hujan lumayan, itu pasti naik karena depan belakang sekolah kena semua kita,” kata Nuri.
Untuk itu, saluran drainase baik di depan maupun di belakang akan segera diperbaiki tahun ini, sedangkan konstruksi bangunan SDN Ciputat akan dinaikan pada tahun depan.
Nuri mengaku Jumat (30/1/2026) besok pihaknya akan bergotong royong membersihkan genangan air di beberapa ruang kelas sekolah ini.
Seluruh siswa SDN Ciputat pun telah diliburkan untuk sementara waktu sampai genangan air surut.
”Diliburkan, kondisi begini gimana mau belajar Pak. Besok mulai persiapan pembersihan biar semuanya beres, kita minta doanya agar pelayanan pendidikan tetap berjalan,” tuturnya.
Nuri juga mengakui jika sekolah-sekolah yang berada di bawah bahu jalan seperti SDN Ciputat, SDN Pamarican, dan SMPN 25 Kota Serang, memang rawan terjadi banjir. (Red/ Roy)







