Home / Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:00 WIB

Keluhkan Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Anyar Minta Pemkot Tangerang Tindak Tegas PKL

Deretan lapak PKL di luar gedung Pasar Anyar Kota Tangerang, Kamis, 29 Januari 2026 l Dok. Munjul-BNC

Deretan lapak PKL di luar gedung Pasar Anyar Kota Tangerang, Kamis, 29 Januari 2026 l Dok. Munjul-BNC

BagusNews.Co – Kelangsungan aktivitas jual beli di dalam Pasar Anyar Kota Tangerang, Provinsi Banten, saat ini dinilai memprihatinkan dan memengaruhi aktivitas pedagang di dalam pasar.

Beradasarkan pantauan BagusNews.Co di lokasi, sejak pagi hingga siang hari pada Kamis, 29 Januari 2026, kondisi Pasar Anyar tampak lengang dan sepi dari pengunjung. Masih banyak los toko di dalam pasar tiga lantai tersebut dalam kondisi tertutup.

Kepada wartawan, banyak pedagang yang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli secara drastis, yang mereka kaitkan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar gedung pasar.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran para pedagang bahwa daya tarik pasar sebagai pusat perdagangan utama di kawasan tersebut mulai memudar.

Lukman, salah seorang pedagang di dalam gedung Pasar Anyar, mengatakan bahwa kondisi itu tidak lepas dari keberadaan PKL di luar gedung pasar.

Padahal, penertiban lapak PKL pernah dilakukan oleh Satpol-PP Kota Tangerang pada Oktober 2025 silam. Namun, kemudian para PKL tersebut kembali beroperasi.

Lebih lanjut, Lukman mengaku, belum merasakan adanya perubahan positif meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah berjanji untuk menertibkan dan mengatur akses ke pasar.

Baca Juga :  R-APBD Provinsi Banten TA 2023 Disetujui DPRD Provinsi Banten

“Karena hari ini kan awal-awal (Pemkot Tangerang) sempat janji penertiban, akses, dan sebagainya. Hari ini bagaimana? Apakah sudah direalisasikan? Belum. Belum ada yang saya rasakan sama sekali,” ujar Lukman saat diwawancarai BagusNews.Co di kios miliknya, Kamis, 29 Januari 2026.

Lukman juga menambahkan, janji untuk mengatasi keberadaan PKL dan mengatur akses angkutan umum juga belum terealisasi.

“Janji untuk masalah angkot masuk, enggak ada. Penertiban kaki lima juga katanya, tempo satu bulan dari pemilik toko itu masuk (dalam gedung Pasar Anyar-red), kaki lima akan ditutupkan, dibersihkan, semua ternyata enggak jalan. Itu berlaku dari bulan kapan? Bulan Juni (2025) kita masuk,” tuturnya.

Ia melanjutkan, “Berarti sudah jalan tujuh bulan (hingga Januari 2026), ya. Artinya walikota atau Pemkot tidak komitmen soal pernyataannya. Mutlak itu mah, enggak komitmen dengan ucapannya.”

Selain itu, kata Lukman, pedagang juga menyampaikan kekhawatirannya tentang kondisi ekonomi mereka yang semakin sulit.

“Hari ini untuk dapur sama perut saja sudah susah. Bukti bisa dilihat sendiri, toko jam segini sudah mulai pada tutup. Karena apa lagi yang mau ditunggu? Orang belanjanya di luar (di luar gedung Pasar Anyar) semua,” katanya.

Baca Juga :  Tinjau Hasil Pembangunan Jalan Sumur-Taman Jaya, Andra Soni : Ini Membantu Masyarakat

Senada dengan itu, Wati, pedagang kelontong di pasar tersebut, menambahkan bahwa suasana pasar semakin tidak kondusif.

Ia mengeluhkan keberadaan PKL di area taman sekitar gedung Pasar Anyar yang seharusnya dijaga sebagai ruang terbuka hijau dan tempat bersantai.

“Itu kan sudah dibikin taman, kenapa di dalamnya ada pedagang?” katanya.

Ia juga mengeluhkan terkait omzet selama dirinya berjualan di Pasar Anyar pascarelokasi.

“Kalau pendapatan dulu, sebulan, tiga bulan sudah kebeli emas. Sekarang mana pendapatan saat ini? Untuk belanja saja terengah-engah. Belanja apa, telur, mi instan, mana gizinya?” keluhnya.

Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa kondisi pasar akan semakin memburuk jika tidak ada tindakan nyata dari Pemkot Tangerang untuk menertibkan PKL dan mengembalikan kepercayaan pengunjung terhadap Pasar Anyar.

Pedagang berharap agar janji-janji yang disampaikan dapat segera direalisasikan demi keberlangsungan usaha mereka yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. (Red/Munjul)

Share :

Baca Juga

Daerah

Akademisi Nilai Sustainable Development Dapat Memberikan Dampak Yang Besar Bagi Generasi Selanjutnya

Daerah

Gelar Apel Bersama Pegawai, Bapenda Banten Tekankan Target Capaian Realisasi Pajak

Daerah

Mimpi Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi, Syafrudin Buka MTQ XI Tingkat Kota Serang

Daerah

Serahkan 862 SK PPPK Guru Provinsi Banten, Pj Gubernur Al Muktabar : Guru Sebagai Profesi Mulia

Daerah

Gantikan Abdul Karim, Kapolda Banten Suyudi Fokus Pengamanan Pilkada Serentak

Daerah

WH Akan Surati Kemendagri Untuk Menarik Usulan Pemberhentian Sekda Banten

Daerah

Peringatan May Day 2024, Sekda Harap Tak Ada Pengusaha Pindah dari Kabupaten Serang

Daerah

Jaga Stamina Tubuh, Dinkes Banten Ajak Masyarakat Konsumsi Jamu