BagusNews.Co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi tumbuh 5,64 persen (year-on-year) dan 2,22 persen (quarter-to-quarter).
Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Hady Sutjipto menilai pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 yang mencapai 5,37 persen merupakan capaian positif dan menjadi yang tertinggi pada periode pasca pandemi.
“Ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama pasca pandemi,” ungkap Hady Sutjipto.
Hady Sutjipto menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Banten secara tahunan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,79 persen.
Capaian tersebut, ujar Hady, tidak terlepas dari kinerja ekonomi yang konsisten tumbuh positif di setiap triwulan sepanjang tahun 2025. Meski pada triwulan III 2025 mengalami penurunan di bandingkan triwulan sebelumnya, namum kembali meningkat pada triwulan IV 2025 yang mencapai 5,64 persen.
“Jika kita perhatikan pertumbuhan triwulanan dari triwulan I hingga triwulan IV, seluruhnya menunjukkan tren positif. Bahkan pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,64 persen, menjadi yang tertinggi dan berkontribusi besar terhadap capaian tahunan,” katanya.
![]()
Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor siklus tahunan, seperti peningkatan realisasi belanja APBN dan APBD, optimalisasi kapasitas produksi dunia usaha, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru yang mendorong sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi lainnya.
Sedangkan dari sisi investasi, kata Hady, peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan IV turut memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian. Bahkan secara y-on-y investasi di Banten tumbuh hingga 74 persen.
“Selain investasi, sektor konstruksi juga menjadi salah satu pendorong utama, terutama melalui pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol, stasiun, kawasan industri dan lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hady memaparkan bahwa struktur perekonomian Banten masih didominasi oleh lima lapangan usaha utama, yakni industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi.
Menanggapi arah kebijakan pembangunan daerah, Hady mengapresiasi program Pemprov Banten, khususnya bangun jalan desa sejahtera yang membuka akses infrastruktur di wilayah perdesaan, khususnya di wilayah Lebak dan Pandeglang sebagai lumbung pertanian.
Dikatakanya, peningkatan kualitas infrastruktur jalan akan memperlancar distribusi hasil panen, meningkatkan nilai tambah, serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan pengurangan kemiskinan.
“Mudah-mudahan ini dapat memperlancar distribusi hasil-hasil panen, yang tentu diharapkan bisa memberikan nilai tambah ataupun meningkatkan pendapatan para petani,” jelasnya.
Ia juga menilai program sekolah gratis memberikan dampak positif terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah, angka partisipasi pendidikan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Banten.
“Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial dan sebagainya, ini juga diharapkan bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah, kemudian juga angka partisipasi sekolah, termasuk meningkatkan IPM,” imbuhnya.
Dari sisi investasi ke depan, Hady berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat lebih mendorong masuknya investasi yang bersifat padat karya, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja secara lebih signifikan, khususnya di wilayah Banten Selatan.
“Penguatan infrastruktur dan pemerataan investasi, terutama di sektor padat karya, diharapkan dapat menjadi stimulus berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi Banten sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Red/Dede)







