BagusNews.Co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan pengujian sampel makanan takjil di Pasar Lama Tangerang pada Senin, 23 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk memastikan keamanan pangan yang diperjualbelikan kepada masyarakat selama Ramadan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyampaikan, pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif agar masyarakat dapat berpuasa dengan tenang tanpa khawatir terhadap risiko bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam makanan takjil yang dijual di pasar tradisional. Ia menegaskan, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan menyasar pasar-pasar tradisional di 13 kecamatan di seluruh Kota Tangerang.
“Berbagai jenis takjil menjadi sasaran pengambilan sampel seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok,” papar Dini. Ia menambahkan, sampel-sampel tersebut akan diuji untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan dalam makanan.
Dini juga mengatakan, fokus pemeriksaan terutama pada makanan yang memiliki warna terlalu mencolok karena berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan. “Fokus kami pada makanan yang warnanya terlalu mencolok, karena berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.
Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, ia menegaskan, tim dari Dinkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang, bukan langsung melakukan penindakan. Pedagang akan diberikan arahan dan informasi agar dapat mengganti bahan baku yang aman dan sesuai standar.
Selain pengujian, Pemkot Tangerang juga menyiapkan label khusus untuk pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan aman. Label ini diharapkan menjadi penanda bagi masyarakat, takjil yang dijual telah melalui proses pengujian laboratorium dan dinyatakan aman dikonsumsi. “Dengan adanya label ini, masyarakat bisa merasa lebih tenang saat membeli takjil,” kata Dini.
Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih makanan berbuka puasa. Warga diminta berhati-hati terhadap jajanan yang berwarna mencolok dan tidak ragu bertanya kepada pedagang mengenai bahan yang digunakan dalam makanan. Imbauan ini penting agar masyarakat dapat terhindar dari konsumsi makanan berbahaya yang berpotensi membahayakan kesehatan. (Red/Munjul)







