BagusNews.Co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama bulan suci Ramadan.
Aktivitas memasak yang meningkat saat sahur dan berbuka puasa menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai. Hal ini sering kali diwarnai dengan kegiatan di dapur yang intensif, sehingga risiko kecelakaan, termasuk kebakaran, bisa meningkat jika tidak diantisipasi secara matang.
BPBD menegaskan bahwa masyarakat harus selalu memastikan kompor dalam kondisi mati setelah selesai digunakan, baik saat memasak sahur maupun berbuka. Selain itu, aktivitas memasak harus selalu diawasi dan tidak ditinggalkan dalam kondisi api masih menyala.
“Peningkatan aktivitas di dapur saat Ramadan perlu diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan memicu kebakaran,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Jumat 27 Februari 2026.
Selain faktor dapur, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain petasan, karena berpotensi memicu percikan api dan menyebabkan kebakaran, terutama di lingkungan permukiman yang padat penduduk. Kebiasaan ini sering dilakukan saat perayaan tertentu, namun dapat menjadi sumber bahaya jika tidak dikendalikan dengan baik.
Langkah preventif lain yang disarankan adalah menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah sebagai langkah awal penanggulangan jika terjadi kebakaran. Masyarakat juga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah mereka. Kabel yang terkelupas, stop kontak yang bertumpuk, serta peralatan listrik yang dibiarkan tetap terhubung saat tidak digunakan bisa meningkatkan risiko korsleting dan kebakaran.
BPBD menekankan pentingnya mencabut steker peralatan listrik yang tidak dipakai untuk mengurangi potensi bahaya. Penggunaan lilin sebagai sumber penerangan juga perlu dihindari, dan diganti dengan lampu yang memenuhi standar keselamatan. Hal ini penting agar suasana Ramadan berjalan lancar tanpa gangguan dari kejadian yang tidak diinginkan.
Melalui imbauan ini, BPBD berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman. Partisipasi aktif dari seluruh warga dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di lingkungan rumah tangga selama bulan suci ini. Dengan kesadaran dan kewaspadaan, diharapkan kejadian kebakaran dapat diminimalisasi, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan secara penuh kedamaian dan kebahagiaan. (Red/Munjul)







