BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mematangkan persiapan Progam Strategis Nasional (PSN) melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dapat menghasilkan listrik 35 megawatt di TPSA Cilowong, Kecamatan Taktakan.
Beberapa waktu lalu, Pemkot Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengikuti workshop Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang.
AOTS adalah organisasi nirlaba Jepang yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di negara berkembang melalui pelatihan teknis dan manajemen.
Dalam kesempatan itu, Kota Serang salah satu yang ditunjuk mendapatkan program PSEL, dapat melihat langsung program waste to energy atau PSEL di Jepang.
Informasi ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, kepada wartawan, Jumat, 27 Februari 2026.
”Jadi di situ kita melihat bagaimana kultur budaya pemerintah Jepang itu hampir sama kayak Indonesia. Namun Jepang tahun 1950-1960 itu prakteknya masih dilakukan di Indonesia tahun 2026 ini. Jadi diberikan bagaimana tata cara memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ungkapnya.
Farach menyampaikan dalam workshop itu juga mendapatkan pemahaman cara memilah sampah, sehingga menjadi ekonomi sirkular.
”Terkait dengan fasilitas oleh pemerintahnya, dan pihak swasta pun itu melakukan bagaimana mendukung kegiatan dari pemerintah itu sendiri,” ujarnya.
Ia menyampaikan terdapat tiga pelajaran utama yang diperoleh dari kunjungan tersebut.
Pertama, peraturan perundang-undangan di Jepang yang kuat dan mendukung sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Kedua, sistem pemilahan sampah non-organik seperti plastik yang dapat didaur ulang secara optimal sehingga permasalahan sampah bisa ditangani secara paripurna.
Ketiga, pengelolaan sampah menjadi energi yang dilakukan secara ketat dan modern.
”Di situ benar-benar, di samping menjadi olahan energi, hasil output-nya pun selain energi hasil limbahnya itu tidak ada, karena itu dilakukan secara ketat,” ucap Farach.
Farach menambahkan dari hasil workshop tersebut telah dilaporkan kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi.
”Ketika kita melihat, saya sudah sampaikan kepada Pak Wali dan insya Allah dalam tahun ini akan dilakukan PSEL di pemerintah Kota Serang,” ungkapnya.
Ia menyebut PSEL akan dibiayai sepenuhnya oleh Danantara, sementara pemerintah daerah berperan dalam pengawasan dan memastikan proses berjalan sesuai regulasi.
Konsep yang diterapkan pun akan mengadopsi sistem seperti di Jepang.
”Sama, di situ nanti tidak hanya ada pengolahan saja, tidak bau, tidak ada air lindi, tetapi itu bisa dijadikan wisata edukasi untuk bagaimana pengelolaan sampah, memilah sampah, bagaimana menjadi ada museum di situ, itu luar biasa,” jelas Farach.
Pemkot Serang mengakui kendala utama yaitu mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah yang belum terbiasa memilah sampah sehingga.
”Jadi di sini mengajak kalau sampah diolah itu menjadi sumber daya, tetapi kalau sampah tidak bisa diolah, itu menjadi sampai itu sendiri,” tegas Farach. (Red/ Roy)







