BagusNews.Co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau orangtua agar segera melengkapi imunisasi anak mereka menyusul meningkatnya kasus campak yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Data dari Dinkes Kota Tangerang, ada lonjakan laporan kasus campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, campak merupakan penyakit yang sangat menular dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama bagi anak-anak dengan daya tahan tubuh yang lemah. “Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan serta melindungi anak dari dampak penyakit yang lebih berat,” ujarnya dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, imunisasi campak sangat penting mengingat risiko komplikasi yang bisa muncul, seperti pneumonia, diare berat, bahkan radang otak. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang yang dapat dialami anak-anak jika tidak segera mendapatkan perlindungan dari imunisasi yang lengkap. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau orangtua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dini mengatakan, Dinkes Kota Tangerang juga telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan aktif terhadap kasus campak. Selain itu, mereka memperkuat pelayanan imunisasi rutin dan melaksanakan program imunisasi kejar serentak (catch up campaign) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026. Program ini ditujukan untuk anak usia 9-59 bulan yang belum lengkap status imunisasinya.
“Kami ingin memastikan seluruh layanan imunisasi tersedia secara gratis di puskesmas dan posyandu. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya orangtua, sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” tambah Dini.
Pemkot Tangerang menegaskan, imunisasi adalah langkah kunci dalam mencegah penyebaran campak dan melindungi generasi muda dari risiko penyakit yang berbahaya. Melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan angka kasus campak dapat ditekan dan kesehatan anak-anak tetap terjaga dengan baik. (Red/Munjul)







