Home / Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 06:45 WIB

Agrowisata Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Aktivis Soroti Deretan Wisata Terbengkalai di Lebak

Kondisi pembangunan Agrowisata Cikapek di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak yang menyedot anggaran miliaran rupiah dan menuai sorotan publik | Dok. Istimewa 

Kondisi pembangunan Agrowisata Cikapek di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak yang menyedot anggaran miliaran rupiah dan menuai sorotan publik | Dok. Istimewa 

BagusNews.Co – Pembangunan Agrowisata Cikapek di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menuai kritik setelah total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp12,1 miliar dari APBD Kabupaten Lebak dan dukungan Pemerintah Provinsi Banten.

Anggaran tersebut terbagi dalam dua tahap, Rp3,8 miliar pada 2024 dan Rp8,2–8,3 miliar pada 2025. Namun, di tengah gegap gempita proyek baru ini, sejumlah objek wisata eksisting justru dinilai terbengkalai dan minim perawatan.

Ketua Bidang Agitasi Media Propaganda Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), Idham, menyoroti ketimpangan prioritas pembangunan pariwisata di daerah tersebut. Menurutnya, pemerintah terlalu fokus pada destinasi baru sementara wisata lama ditinggalkan pengunjung.

Baca Juga :  Pemkot Serang Kehilangan Retribusi Miliaran Rupiah Imbas Kiriman Sampah Tangsel di Bawah Target

“Pembangunan wisata seharusnya tidak hanya berorientasi pada proyek fisik baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan destinasi yang sudah ada,” ujar Idham saat di hubungi pada Minggu, 12 April 2026.

Ia menyebut sejumlah destinasi yang kondisinya memprihatinkan, seperti Bendungan Cikoncang yang terbengkalai, Pantai Bagedur yang kerap dilanda persoalan sampah, Kebun Teh Cikuya yang sempat menjadi sorotan BPK terkait setoran retribusi 2023, serta Bukit Curahem yang kunjungan wisatanya anjlok akibat lemahnya tata kelola.

Baca Juga :  Persagi Banten Ajak Masyarakat Sadar Gizi Untuk Upaya Mencegah Stunting dan Obesitas

“Tempat wisata di Lebak mah banyak, tapi kurang perawatan sehingga ditinggalkan pengunjung. Jika kondisi ini dibiarkan, Agrowisata Cikapek bisa berpotensi mengalami hal yang sama,” tegasnya.

Idham menekankan, keberhasilan destinasi wisata tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, melainkan ditentukan oleh konsistensi perawatan, promosi berkelanjutan, pemberdayaan UMKM, keterlibatan masyarakat, serta transparansi pengelolaan anggaran.

“Keberhasilan itu ketika manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Serang Nilai Pemda Masih Lemah Perangi Judi Online

Daerah

Anggota Polda Banten Ditemukan Tewas Dengan Luka Tembak

Daerah

PKS Banten Daftar ke KPU Dikawal Super Hero, Gembong : Target 20 Kursi DPRD Banten

Daerah

Pj Walikota Serang Pindah Memilih dari Jakarta ke Kecamatan Serang

Daerah

Gelar Buka Puasa Bersama, Maesyal Ajak Mahasiswa Berkontribusi untuk Pembangunan

Daerah

‎Pemkot Serang Bakal Bangun JPO Digital, Dukung Kehadiran Alun-alun Baru

Daerah

Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Pakupatan Serang Meningkat 11,1 Persen

Daerah

Rakor BPS dan Pemkab Serang, Tatu: Data BPS Jadi Acuan Pembangunan