Home / Nasional

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:36 WIB

Menteri LH Minta Pemkot Serang Gencar Pilah Sampah dari Hulu, Cegah TPAS Overload ‎

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq I Dok. Roy-BNC

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq I Dok. Roy-BNC

BagusNews.Co – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan tahun 2028 mendatang tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) di seluruh Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas atau overload.

‎Lebih parah lagi kondisi mayoritas TPAS di Indonesia, termasuk Kota Serang yang rata-rata sudah beroperasi selama 17 tahun, sehingga ancaman krisis sampah dikhawatirkan.

‎Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, kunci utama penyelesaian masalah sampah bukan sekadar membangun fasilitas canggih, melainkan melakukan pemilahan sampah langsung dari sumbernya atau di tingkat hulu.

‎“Bapak Presiden mengingatkan semua bahwa TPA kita secara nasional akan overload tahun 2028. Maka, kita semua diminta melakukan pengelolaan sampah mulai dari hulu,” katanya, saat kunjungan di Royal Baroe, Kota Serang, Jumat, 27 Maret 2026.

‎Ia mengungkap, usia TPAS rata-rata di Indonesia lebih dari 17 tahun yang dinilai perlu adanya aksi dalam mengelola sampah secara maksimal, untuk menghindari kelebihan kapasitas.

‎“Sebagian besar TPA kita rata-rata telah berumur 17 tahun, sehingga langkah-langkah optimasi pengurangan sampah dan pilah sampah di hulu menjadi penting,” jelasnya.

‎Menurut Hanif, menunggu Waste to Energy bukan menjadi solusi instan dalam mengurangi sampah, meski saat ini pemerintah sedang mempercepat persiapan pembangunan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy di wilayah Banten.

‎“Saran saya, tentu kepada Pemerintah Provinsi Banten, Bapak Walikota Serang agar kembali meningkatkan kapasitas pilah sampah di masyarakat. Hanya dengan melakukan pilah sampah ini maka secara substansi pengelolaan sampah bisa selesai,” tuturnya.

‎Pemilahan sampah, kata dia, minimal dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni organik dan anorganik.

‎Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisir potensi bencana lingkungan dan kerusakan ekosistem di daerah.

‎”Hanya dengan melakukan pilah sampah, secara substansi pengelolaan sampah bisa selesai. Kita jangan hanya bergantung pada penanganan di titik tertentu saja, tapi harus menyeluruh,” ucap Hanif.

‎Di sisi lain, Hanif juga menyoroti kebersihan di Kota Serang, dia mengapresiasi perubahan di beberapa titik seperti di kawasan Royal Baroe yang kini lebih bersih, namun upaya tersebut harus diperluas.

‎Pihaknya mendorong jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Serang dan Provinsi Banten untuk bekerja lebih masif.

‎”Di sepanjang jalan kita masih melihat sampah yang pengelolaannya perlu ditingkatkan. Kita ingin upaya nyata yang lebih kuat agar Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi benar-benar menjadi contoh,” tandasnya. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Nasional

Puluhan Jenderal Purnawirawan TNI/Polri Ingin Duetkan Anies-AHY di Pilpres 2024

Nasional

Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Terancam, Wamen LH Sebut Tumpukan Sampah Indonesia Capai 1,72 Miliar Ton

Nasional

PLN Bersinergi Dengan Polri Amankan Infrastruktur Listrik KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo

Nasional

Rayakan HUT ke-104 Pemadam Kebakaran, Kemendagri Gelar Upacara di Monas

Hukum

Polemik Dualisme PBNU, KH Matin Syarkowi Soroti Pentingnya Islah dan Kesadaran Kolektif

Nasional

Resmikan Plant Pertama di Indonesia, Kementerian ESDM: PLN Miliki Cara Paling Cepat Hasilkan Green Hydrogen

Daerah

Orasi Bonnie Triyana di Festival Seni Multatuli : Lawan Perilaku Kolonial

Daerah

Kontingen Provinsi Banten Peringkat Empat Fornas VII