BagusNews.Co – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Wakil Bupati Najib Hamas, menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti rangkaian kegiatan retret bersama sejumlah kepala daerah lain dari seluruh Indonesia.
Acara ini berlangsung di Gedung IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dari tanggal 22 hingga 26 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari gelombang kedua dari serangkaian retret nasional yang bertujuan untuk mempererat jaringan dan menyatukan visi dalam membangun bangsa.
Bupati Serang Zakiyah menyampaikan bahwa kegiatan retret ini sangat penting karena membuka peluang untuk menjalin jejaring dan mendapatkan inspirasi baru.
“Untuk seluruh warga Kabupaten Serang, saya dan Pak Wakil Bupati mohon doa semoga kami selalu diberikan kesehatan dalam mengikuti Retret,” ujarnya dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Selasa, 24 Juni 2025.
Ia menambahkan, forum ini memberi manfaat besar dalam hal pengetahuan dan pengalaman, terutama terkait pengelolaan daerah secara efektif dan efisien.
Zakiyah menekankan bahwa dalam forum tersebut, banyak ilmu yang didapatkan dari narasumber yang sangat kompeten, termasuk dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Mereka membahas berbagai aspek penting seperti kewajiban, larangan, dan sanksi bagi kepala daerah.
Selain itu, diskusi juga menyentuh tema besar seperti tantangan mewujudkan ketahanan nasional, kepemimpinan kolaboratif, inovatif, dan inklusif yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
“Selain itu juga mendapatkan materi mengenai sinkronisasi perencanaan pembangunan nasional dan daerah dalam mendukung kebijakan nasional dalam RPJMN 2025-2029, kebijakan pemerintah dalam menciptakan swasembada, aksi bangun desa dan bangun Indonesia, serta materi-materi berbobot lainnya,” jelas Zakiyah.
Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi momen yang sangat luar biasa karena dapat memperkuat silaturahmi antarkepala daerah lain, mempererat solidaritas dan memperkaya wawasan bersama.
Pada saat pembukaan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa forum ini berfungsi sebagai ruang interaksi informal bagi para pemimpin daerah di Indonesia.
“Retret ini merupakan kesempatan emas yang mempertemukan kepala daerah dalam suasana cair dan penuh makna. Ini juga sebagai ajang membangun jaringan yang kuat dan memperkuat nasionalisme,” katanya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 84 kepala daerah dari berbagai latar belakang usia.
Ia menambahkan bahwa ada peserta yang berusia di bawah 40 tahun, menunjukkan adanya generasi muda yang turut aktif dalam pembangunan daerah.
“Forum ini juga jadi wadah berbagi pengalaman lintas generasi. Ada yang memimpin daerah di usia muda, dan ada pula yang memiliki pengalaman matang,” ujarnya. (Red/Dwi)







