Home / Daerah / Health

Rabu, 21 Agustus 2024 - 17:43 WIB

DKBP3A Kabupaten Serang Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting 2024

BagusNews.Co — Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang melaksanakan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2024 di Aula Tb Suwandi Setda Kabupaten Serang pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Diseminasi tersebut bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Serang. Adapun hasil dari diseminasi audit kasus stunting menjadi bahan bagi para pakar dalam memberikan rekomendasi Kabupaten Serang.

“Kita turunkan para pakar, yaitu dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan,” kata Kepala DKBP3A Kabupaten Serang Encup Suplikah di sela Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2024.

Menurut Encup, banyaknya angka stunting di Kabupaten Serang ini ternyata disebabkan oleh faktor risiko. Sementara itu, kasus stunting terbilang sedikit.

“Tetapi kalau dari risiko ibu hamil, menyusui itu terlihat sudah, ternyata perokok juga masuk dalam indikator untuk menurunkan stunting,” katanya.

Sebagai contoh, kasus stunting yang tinggi saat ini di Kabupaten Serang ada di Kecamatan Baros penyebabnya karena tidak adanya jamban dan lainnya.

Baca Juga :  Surat Suara Pilkada Serentak Kabupaten Serang Dikirim Hari ini

“Mereka masuk ke indikator stunting. Mudah-mudahan dengan adanya tim pakar ini, baik di kabupaten ataupun provinsi akan membahas dan merekomendasikan, setelah direkomendasi nanti kita membuat usulannya,” terangnya.

Encup menjelaskan, diseminasi audit kasus stunting suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok atau individu agar memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan memanfaatkan informasi tersebut. Kata Encup, tujuan intinya untuk menurunkan stunting.

“Menurunkan stunting di Kabupaten Serang dengan target nasional yaitu 14 persen. Mudah-mudahan di bawah itu, tetapi kita yakin bahwa tahun ini bisa di bawah itu,” katanya.

Sekadar diketahui, berdasarkan hasil kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Serang, pada tahun 2019 angka stunting masih tinggi, yakni 37 persen dan turun menjadi 26,2 persen pada 2022.

“Untuk tahun 2023, kembali mengalami penurunan menjadi 23,9 persen. Kita harapkan zero stunting di Kabupaten Serang,” katanya.

Baca Juga :  Penganiayaan Saksi pada PSU Pilkada Serang, Kuasa Hukum Lapor ke Polisi

Adapun untuk lokus stunting 2024 di Kabupaten Serang meliputi Desa Banjarsari Kecamatan Anyer; Desa Lempuyang Kecamatan Tanara; Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran; Desa Ujung Tebu Ciomas dan Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande; Desa Pejaten dan Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu; serta Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal.

“Yang betul-betul lagi turun langsung dari pusat ada 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Kramatwatu dan Cikeusal. Kita upayakan supaya mereka di dua kecamatan itu zero stunting,” katanya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana (Kabid KB) DKBP3A Kabupaten Serang Entin Suhartini menambahkan, Diseminasi Audit Kasus Stunting 2024 merupakan tahap I yang akan dilanjut pada tahap beirkutnya pada beberapa bulan ke depan.

“Tujuan intinya untuk menurunkan stunting sesuai target nasional, yakni 14 persen. Yang kami harapkan zero stunting di Kabupaten Serang,” ujarnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tempati Bangunan yang Rusak Parah, Keselamatan Siswa SMP Negeri 2 Cikeusal Terancam

Daerah

Pemprov Banten Klaim Sektor Pertanian Aman dan Terkendali dari Deflasi

Daerah

Ikuti Arahan Gubernur, Pemkot Serang Wacanakan Penurunan Tukin ASN Jika Tak Bayar Pajak

Daerah

BPKP Banten : Efesiensi Anggaran Tak Berdampak Pada Kota Serang

Daerah

Gubernur Andra Soni Sambut Penguatan Program Layanan Keimigrasian di Banten

Daerah

Dinkes Banten Imbau Masyarakat Waspadai Virus Flu burung Varian Baru

Daerah

BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem di Banten, Warga Diminta Lebih Waspada

Daerah

Menuju Kesetaraan Perjuangan Perempuan Indonesia di Era Modern