Home / Daerah

Rabu, 13 November 2024 - 19:04 WIB

Pemkab Serang Luncurkan Gerakan Ulama Peduli Inflasi

Sosialisasi Gerakan Ulama Peduli Inflasi yang digelar oleh Pemkab Serang di Aula Tb. Suwandi | Dok. Istimewa

Sosialisasi Gerakan Ulama Peduli Inflasi yang digelar oleh Pemkab Serang di Aula Tb. Suwandi | Dok. Istimewa

BagusNews.Co –  Pemkab Serang mengajak alim ulama di 29 kecamatan untuk berperan aktif dalam pengendalian inflasi melalui inisiatif yang dinamakan Gerakan Ulama Peduli Inflasi.

Langkah ini dilakukan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Serang untuk mengatasi masalah inflasi yang sedang dihadapi oleh masyarakat.

Zaldi Dhuhana, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, menyampaikan bahwa keterlibatan para ulama sangat penting dalam mengatasi inflasi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, naiknya biaya produksi, serta ekspektasi pasar.

“Di bagian ketidakseimbangan suplai dan permintaan dengan keterlibatan para ulama di sini, kita ingin para santri ataupun masyarakat bisa diajak untuk meningkatkan produksi,” ungkap Zaldi dalam acara sosialisasi yang digelar di Aula Tb. Suwandi, Rabu, 13 November 2024.

Zaldi memberikan contoh konkret seperti mendorong masyarakat dan santri untuk menanam cabai merah atau memelihara berbagai jenis ternak, termasuk ikan dan ayam.

Baca Juga :  Jumlah Wisnus Tujuan Kota Serang Januari 2026 Turun 11,88 Persen Secara M-to-M

Dengan cara ini, diharapkan inflasi di Kabupaten Serang dapat dikendalikan, terutama di daerah yang selama ini mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Menurut Zaldi, ada sekitar 20 komoditas yang menjadi penyebab inflasi di Kabupaten Serang, dengan yang paling sering mengalami fluktuasi harga adalah beras, cabai, bawang, daging ayam, daging sapi, telur, dan susu kaleng.

“Itu komoditas utama yang sering bergejolak,” jelasnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Setda Kabupaten Serang Febrian Ripera menambahkan, peran tokoh ulama dan masyarakat sangat vital dalam menanamkan pola hidup hemat dan bercocok tanam.

“Tujuan intinya bagaimana tokoh masyarakat ini bisa mengajak untuk pola hidup hemat dan juga mau bercocok tanam yang paling utama,” ujarnya.

Febrian juga mencatat bahwa kebutuhan pokok di Kabupaten Serang sebagian besar berasal dari sektor pertanian dan perkebunan.

Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk mampu memenuhi kebutuhan sendiri agar tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah yang bisa menyebabkan harga menjadi lebih mahal.

Baca Juga :  ‎Pemkab Serang Genjot Kapasitas UMKM, 326 Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan Wirausaha Terpadu

“Makanya bagaimana masyarakat bisa mencukupi kebutuhan sendiri, contohnya cabai rawit dari hasil menanam sendiri,” terangnya.

Bagi masyarakat yang belum memiliki keahlian dalam bercocok tanam, Febrian menjamin bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan mengirimkan penyuluh pertanian untuk membimbing mereka.

“Jadi tinggal bagaimana mereka mau berkomunikasi dengan kita saja,” jelasnya.

Dalam sosialisasi Gerakan Ulama Peduli Inflasi, Pemkab Serang juga mengundang narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten untuk memberikan wawasan terkait inflasi dan cara mengatasinya.

Gerakan ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya produksi lokal dalam menghadapi tantangan inflasi, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan di daerah. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Adde Rosi Khoerunnisa Inisiasi Riset dan Edukasi Kesehatan Mental Anak Bersama BRIN di Lebak

Daerah

PPDB Kota Serang 2024 Masih Dalam Tahap Pembahasan Internal

Daerah

Usai Temui Syafrudin, Nuraeni Temui Ratu Ria Bahasa Kerjasama Koalisi Pilwalkot Serang

Daerah

Pemkot Serang dan Ahli Waris Pemilik Lahan SDN Kuranji Sepakat Damai

Daerah

Lawan Kader Prabowo di Pilgub Banten, Airin Dapat Amanah dari Ratusan Ulama

Daerah

Cegah Pegawai Terjerumus Narkoba, BNN Banten Tes Urine Satpol PP Kota Serang

Daerah

Bukti Kinerja Pengawasan Pemilu, Bawaslu Kabupaten Serang Raih Gakkumdu Award 2025

Daerah

Dibuka Awal Juli 2024, Ini Jalur PPDB SMP dan SD Negeri di Kota Serang