BagusNews.Co – Realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang Januari–Desember 2025 mencatatkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV dan Tahun 2025 oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI pada 15 Januari 2025, total realisasi investasi Banten mencapai Rp130,2 triliun, atau menempatkan Banten di peringkat 4 besar nasional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti mengatakan capaian investasi tersebut berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Sepanjang Januari–Desember 2025, investasi di Provinsi Banten telah menyerap 214.216 tenaga kerja, yang terdiri dari 211.564 tenaga kerja Indonesia dan 2.652 tenaga kerja asing,” ungkap Virgojanti kepada wartawan pada Jumat, 30 Januari 2026.
Selanjutnya, Virgojanti menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap iklim investasi di Provinsi Banten.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 mencapai Rp130,2 triliun. Angka ini melampaui target daerah dalam RKPD 2025 sebesar Rp64 triliun atau tercapai 203,43 persen, serta melampaui target nasional dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI sebesar Rp119,55 triliun atau tercapai 108,95 persen,” katanya.
Pada Triwulan IV Tahun 2025, realisasi investasi Banten tercatat sebesar Rp38,6 triliun, terdiri dari PMDN Rp19,28 triliun dan PMA Rp19,30 triliun, dengan total 31.185 proyek berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Sementara pada Semester II Tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp69,42 triliun dengan total 63.475 proyek.
Virgojanti menjelaskan, secara kumulatif selama Januari–Desember 2025, investasi di Banten didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,20 triliun, serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp56,96 triliun, dengan total 131.472 proyek.
Dari sisi wilayah, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 tertinggi berada di Kabupaten Tangerang sebesar Rp37,62 triliun, disusul Kota Cilegon Rp32,30 triliun, Kota Tangerang Rp22,53 triliun, Kabupaten Serang Rp21,52 triliun, dan Kota Tangerang Selatan Rp12,45 triliun.
Sementara itu, sektor unggulan investasi Banten sepanjang 2025 masih didominasi oleh Industri Kimia dan Farmasi dengan nilai Rp29,23 triliun, diikuti Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp19,36 triliun, Perdagangan dan Reparasi Rp11,47 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp10,96 triliun, serta Industri Logam dan Barang Logam Rp9,67 triliun.
Untuk Penanaman Modal Asing, lima besar negara investor sepanjang 2025 adalah Malaysia, Tiongkok, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu, realisasi investasi hilirisasi juga menunjukkan kinerja signifikan dengan total Rp41,3 triliun, yang didominasi oleh subsektor minyak dan gas, mineral, serta perkebunan dan kehutanan.
Virgojanti menegaskan, keberhasilan pencapaian realisasi investasi tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.
“Capaian ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Pusat, DPMPTSP kabupaten/kota, pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis LKPM, pelayanan perizinan on the spot, serta peran Tim Rekomendasi Teknis Provinsi Banten. Ke depan, kami akan terus memperkuat pelayanan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif,” pungkasnya.(Red/Dede)







