Home / Daerah

Senin, 25 November 2024 - 21:36 WIB

Masyarakat Suarakan Aspirasi di Reses Pertama Tb Moh Sholeh

Tb Moh Sholeh, S.Pd., M.Pd., anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS saat reses masa sidang pertama tahun 2024-2025 di dapil 5 | Dok. Istimewa

Tb Moh Sholeh, S.Pd., M.Pd., anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS saat reses masa sidang pertama tahun 2024-2025 di dapil 5 | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Dalam rangka reses masa sidang pertama tahun 2024-2025, Tb Moh Sholeh anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS, menerima berbagai aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) 5.

Kegiatan ini berlangsung di beberapa titik di Kecamatan Waringinkurung, Kramatwatu, dan Gunungsari, di mana ia berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengarkan kebutuhan dan harapan mereka.

Kang Agus, sapaan akrab Tb Moh Sholeh, berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi warga di parlemen Kabupaten Serang. Salah satu perhatian utama yang diangkat oleh warga adalah mengenai insentif yang diterima oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dinilai rendah.

“Karena RT RW itu adalah penjaga terakhir masyarakat. Karena kita di Serang paling Rp300 ribu, jadi harus kita perjuangkan,” ungkapnya.

Terlebih, penyaluran insentif untuk para ketua RT dan RW sering kali terganggu.

Baca Juga :  Tinggal Serumah, Pria di Carenang Cabuli Anak Pacarnya yang Berstatus TKW

Meski begitu, para ketua ketua RT dan RW dituntut untuk mengerjakan tugas-tugasnya secara profesional.

Selain itu, warga di dapil 5 juga mengeluhkan tentang tidak adanya insentif bagi dewan kesejahteraan masjid (DKM).

“Saya senang sekali dengan DKM, saya dua periode jadi ketua DKM di kampung saya,” lanjutnya.

Walaupun insentif DKM tidak ada, menurutnya, tetapi Allah Swt uyang membiayai hidup.

“Jadi harus tetap semangat sebagai ladang pahala,” imbuhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Kang Agus menjelaskan bahwa di Kabupaten Serang terdapat 29 kecamatan dan total lebih dari 5.000 RT dan RW yang perlu mendapatkan gaji.

Namun, ia mencatat bahwa penghasilan asli daerah (PAD) Kabupaten Serang masih jauh dari harapan jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Cilegon.

“Di Cilegon pabriknya raksasa yang sangat berpengaruh terhadap PAD sehingga pemasukan tinggi dan penduduknya tidak sampai 500 ribu. Sementara, Kabupaten Serang penduduknya 1,6 juta,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Desak Pemkab Serang Tutup Tempat Hiburan Malam

Oleh karena itu, Kang Agus berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Ia mengharapkan adanya perhatian lebih dari pihak terkait untuk meningkatkan kesejahteraan RT dan RW yang berfungsi sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Selama reses ini, Tb Moh Sholeh juga menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait masalah lainnya, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Ia berkomitmen untuk menjadikan semua aspirasi yang diterima sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan di DPRD.

“Kami akan terus berupaya memberikan solusi terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Serang,” tambahnya.

Kegiatan reses ini menjadi momen penting bagi anggota DPRD untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan konstituen.

Melalui dialog langsung dengan masyarakat, diharapkan aspirasi yang diungkapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti dalam program-program pembangunan daerah. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Usai Dibentuk Pansus, DPRD Kota Serang Segera Lakukan Koordinasi dengan Kementerian PPPA RI

Daerah

Pj Sekda Banten Virgojanti : Pembinaan Rohani Sebagai Sarana Intropeksi Diri

Daerah

Pemprov Banten Sangat Konsen Dalam Mencetak SDM Unggul

Daerah

Al Muktabar Kukuhkan 50 Anggota Paskibraka 2023 Provinsi Banten

Daerah

Kementerian LH Ungkap Asal Material Radioaktif Cesium 137 di Kawasan Industri Cikande

Daerah

Pj Sekda M Tranggono Menilai Suatu Keberhasilan Provinsi Banten Hasil Dari Keberhasilan Kabupaten/Kota

Daerah

Ratusan Mahasiswa Banten Ikuti Kemah Kebangsaan di Kabupaten Serang

Daerah

Ketersedian Beras Selama Bulan Ramadan di Kota Serang Capai 1.285 Ton