Home / Daerah

Selasa, 23 September 2025 - 19:46 WIB

Kementerian LH Ungkap Asal Material Radioaktif Cesium 137 di Kawasan Industri Cikande

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq beserta jajarannya saat meninjau lokasi pemindahan material radioaktif Cesium 137 di Kawasan Industri Cikande l Dok. Dwi MY-BNC

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq beserta jajarannya saat meninjau lokasi pemindahan material radioaktif Cesium 137 di Kawasan Industri Cikande l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Kasus pencemaran radioaktif Cesium 137 yang terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, diketahui berawal dari masuknya bahan berbahaya dari luar negeri secara tidak terkendali.

Menyikapi situasi tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq langsung memimpin proses dekontaminasi terhadap material yang terpapar radiasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap insiden cemaran radioaktif yang ditemukan di lokasi pengumpulan barang bekas itu.

“Menurut penjelasan para ahli, Cesium 137 ini hanya diproduksi dari reaktor nuklir. Jadi tempat kita tidak ada reaktor nuklir sehingga dimungkinkan ini berasal dari negara lain yang kemudian masuk ke Indonesia lepas kontrol, tidak terkontrol dengan serius,” ujar Hanif kepada wartawan, pada Selasa, 23 September 2025.

Baca Juga :  Sebelum Daftar ke KPU Kabupaten Serang, 9 Parpol Deklarasi Dukung Zakiyah-Najib

Hanif menambahkan bahwa asal Cesium 137 ini bukan hasil produksi dalam negeri, melainkan diduga kuat berasal dari luar negeri dan masuk ke Indonesia tanpa pengawasan yang memadai.

Untuk mengatasi situasi tersebut, tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Gegana, telah melakukan pemindahan dan dekontaminasi bahan yang terpapar radiasi.

Pada tahap awal, sebanyak tujuh kuintal bahan yang terkontaminasi radiasi berhasil diambil dan sementara dipindahkan ke PT Peter Metal Technology (PMT).

“Setelah dipindahkan, tingkat paparan sudah aman dengan ukuran 0,04 mikrosievert per jam. Sisa serpihan juga langsung kita bereskan, hari ini selesai. Dari enam titik yang terdeteksi, satu sudah tuntas, dan lima titik lainnya akan kami tangani secara bertahap mulai besok,” ujar Hanif.

Baca Juga :  Pegiat Literasi Banten Aip Rochadi Raih Penghargaan Kepustakaan Islam Award 2024

Ia memastikan bahwa seluruh lokasi yang terpapar cemaran radioaktif sudah dilokalisasi dan proses dekontaminasi sedang berjalan sesuai rencana. Pemerintah berkomitmen menuntaskan proses pembersihan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mencegah dampak kesehatan maupun lingkungan yang lebih luas.

Mengacu pada pengalaman sebelumnya, seperti penanganan kasus di Batan Indah yang melibatkan Gegana, BRIN, dan Bapeten pada tahun 2019, pemerintah berharap proses di Cikande dapat diselesaikan dengan baik dan aman.

“Kita pernah melakukan penanganan di Batan Indah, dan hari ini kita lakukan di Cikande agar semua bisa terselesaikan dengan baik,” pungkas Hanif. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dari Bukit Sinyonya ke Desa Sejahtera: FIFGROUP Hadirkan Sekolah Layak dan Ekonomi Mandiri di Pandeglang

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar Canangkan Gerakan Banten Melawan Osteoporosis

Daerah

Wujudkan Ketahanan Pangan, DPRD Minta Pemprov Banten Fokus Kembangkan Sektor Pertanian

Daerah

Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim Dorong Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional

Daerah

Pemprov Banten Terus Berupaya Memastikan Ketersedian Bahan Pokok

Daerah

ASDP Berikan Kompensasi Kepada Dua Penumpang yang Terjatuh ke Laut

Daerah

Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Pandeglang

Daerah

Peringati Hari Ibu, Pj Gubernur A Damenta Ajak kaum Perempuan Berdaya dan Menginspirasi