Home / Daerah

Jumat, 12 September 2025 - 13:25 WIB

Temui Mensesneg di Istana, Ketua BEM Untirta Soroti Pagar Laut dan Tuntutan 17+8

BagusNews.Co – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ferdansyah Putra, menemui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di Istana Negara.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Ferdansyah untuk menegaskan sikap mahasiswa atas berbagai persoalan bangsa, dengan sorotan utama pada polemik pagar laut dan tuntutan 17+8 isu terkini yang sudah lama diperjuangkan gerakan mahasiswa.

Dalam forum itu, Ferdansyah menilai pembangunan pagar laut lebih banyak menimbulkan keresahan ketimbang solusi. Bagi masyarakat pesisir, proyek tersebut justru mengancam ruang hidup nelayan dan ekosistem laut.

Ia menegaskan, pemerintah harus berhenti melihat pembangunan hanya dari sisi investasi, tanpa mengukur dampaknya terhadap rakyat kecil.

Baca Juga :  Penanganan Darurat Sampah di Tangsel, Walikota Beri Fleksibilitas Anggaran Dinas Teknis

“Isu pagar laut hanyalah salah satu contoh nyata. Di balik itu ada 17+8 isu besar yang menjadi beban rakyat hari ini, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga problem pengangguran dan konflik agraria. Pemerintah tidak bisa menutup mata,” ujar Ferdansyah dalam rilis yang diterima BagusNews pada Jumat, 12 September 2025.

Ferdansyah menjelaskan bahwa 17+8 isu tersebut merupakan rangkuman problem strategis dan isu aktual yang terus dikeluhkan masyarakat.

Mahasiswa, lanjut Ferdiansyah, tidak hanya membawa daftar tuntutan, tetapi juga mengingatkan agar pemerintah segera menjawab kegelisahan publik dengan kebijakan nyata.

Baca Juga :  DPRD Banten Dorong Disnakertrans Buka Posko Pengaduan THR Secara Online

“Kalau negara hanya sibuk dengan agenda mercusuar, sementara rakyat terus bergulat dengan harga kebutuhan pokok yang naik, PHK massal, atau konflik tanah, maka mahasiswa akan terus hadir untuk menggugat dan mengawal,” tegasnya.

Pertemuan di Istana ini menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan diam menghadapi kebijakan yang dianggap abai pada rakyat.

Bagi Ferdansyah, tuntutan 17+8 bukan sekadar daftar, melainkan suara nurani publik yang harus menjadi prioritas pemerintah. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

DPMD Banten Tingkatkan Lembaga Masyarakat Desa/Kelurahan dalam Rangka Promotif Kesehatan 2024

Daerah

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, Perwakilan BKKBN Banten Gelar Rakorda Bangga Kencana 2025

Daerah

Pemprov Banten Koordinasikan Penanganan Jembatan Terputus Akibat Bencana Banjir Kabupaten Lebak

Daerah

Tingkatkan Kesejahteraan Atlet, DPRD Kota Serang Usul Raperda Olahraga

Daerah

Terima Kunjungan KONI Banten, Andra Soni Tekankan Pembinaan Atlet Berprestasi

Daerah

Targetkan Pemeriksaan Kesehatan 200 Ribu Warga, Pemkab Serang Rilis Jumlah Korban Terpapar Radioaktif Cesium 137 di Cikande

Daerah

Pemkot Serang Siapkan Kios, Pedagang Taman Sari Setuju di Relokasi ke Pasar Kepandean

Daerah

Resmi Dilaunching, Ansor Banten Buka Posko Mudik Lebaran 2026