Home / Daerah

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:01 WIB

Adde Rosi Buka Workshop Pendidikan Penguatan Literasi dan STEM di Rangkasbitung

BagusNews.Co – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa membuka kegiatan Workshop Pendidikan bertema ‘Penguatan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam dan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)’ di Hotel Karisma, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik dari berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Lebak, dengan tujuan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas, terutama dalam penerapan literasi dan STEM yang menjadi fokus pembelajaran abad 21.

Menurut Adde Rosi, peningkatan mutu pendidikan harus berbasis pada tiga pilar utama, yaitu accessibility, affordability dan quality.

“Sarana prasarana harus memadai, pendidikan harus terjangkau bagi semua, dan kualitas pembelajaran harus benar-benar ditingkatkan. Karena, jika berbicara kualitas, hasil PISA menunjukkan kemampuan STEM Indonesia masih berada di bawah rata-rata, berada di angka di bawah 400,” kata Adde Rosi saat membuka acara, Selasa, 28 Oktober 2025.

Baca Juga :  Golkar Rayakan HUT ke-61 dengan Membagikan Sembako kepada 1000 Janda di Batubantar

Ia mengungkalkan, dahulu Indonesia menjadi rujukan bagi negara lain seperti Malaysia dan Brunei dalam penyediaan tenaga pendidik. Namun saat ini, Indonesia justru tertinggal.

“Ini artinya ada yang perlu kita evaluasi bersama, apakah kurikulumnya, model pembelajarannya, kompetensi guru, atau sistem pendukung lainnya. Karena itu hari ini kita hadir untuk mendiskusikan solusi dan memperkuat kualitas pembelajaran,” tuturnya.

Workshop ini juga fokus pada penerapan Deep Learning sebagai metode pembelajaran yang tidak hanya mengutamakan hafalan, tetapi pemahaman, kreativitas, karakter, dan daya pikir kritis siswa.

Adde Rosi juga menegaskan bahwa metode pembelajaran mendalam sangat penting dalam mengatasi learning loss yang terjadi pasca pandemi.

“Pembelajaran mendalam ini harus menjadi bagian dari strategi kita untuk memulihkan kualitas belajar. Dan guru-guru di Lebak perlu menyerap dan menerapkannya secara serius,” bebernya.

Baca Juga :  Ikut Panen Jagung di Desa Rancasumur, Andra Soni : Kita Sedang Menuju Swasembada Pangan

Adde Rosi juga sempat menyinggung meningkatnya persoalan mental health di lingkungan pendidikan, baik pada siswa maupun guru.

“Tekanan belajar dan tekanan mengajar sangat tinggi. Ini berdampak pada karakter, emosi, hingga munculnya kasus kekerasan di sekolah. Pembelajaran mendalam harus juga menyentuh aspek kesehatan mental,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Adde Rosi menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan program Wajib Belajar 13 Tahun, dimulai dari PAUD.

“Jika PAUD diwajibkan, maka guru PAUD harus berkualitas, sarana harus layak, dan perlu ada beasiswa atau PIP untuk PAUD. Karena tidak semua orang tua mampu,” tegasnya.

Diketahui, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Lebak baru mencapai 6,6 tahun, jauh di bawah target wajib belajar 13 tahun.

“Saya berharap workshop ini menjadi langkah awal untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara bertahap,” pungkas Adde Rosi. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Rayakan Milad Ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Pelestarian Lingkungan

Daerah

Bawaslu Banten Launching Pemetaan Kerawanan pada Pilkada Serentak 2024

Daerah

Dishub Kota Serang Butuh Anggaran Rp50 Miliar Untuk Pembangunan Dan Pemasangan PJU

Daerah

Rizki dan Dimyati Natakusumah Kompak Nobar Film Gak Nyangka Karya Ibas

Daerah

Ulama Kota Serang Tolak Investasi PIK 2

Daerah

Ke Posyandu Itu Menyenangkan, Tinawati Andra Soni Ajak Masyarakat Cek Kesehatan

Daerah

Virgojanti Nilai Sinergi dan Kolaborasi Menjadi Kunci Dalam Pengendalian Inflasi di Provinsi Banten

Daerah

Program Bahasa Korea Resmi Diluncurkan, Pemkot Cilegon dan PT Krakatau Posco