BagusNews.Co – Di tengah gelombang pesat perkembangan teknologi digital, aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Pandeglang dituntut untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam arus transformasi digital.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani secara tegas menyampaikan mandat ini saat membuka Seminar Hybrid yang diselenggarakan di Oproom Setda Pandeglang.
Dalam pidato pembukaannya, Dewi menggarisbawahi bahwa penguasaan teknologi digital kini bukan lagi sekadar sebuah opsi, melainkan sebuah keharusan fundamental bagi setiap ASN.
“Semua layanan kini berbasis aplikasi digital. Oleh karena itu, saya meminta seluruh ASN di Pandeglang mampu menerapkan transformasi digital dalam setiap lini pekerjaan mereka,” tegasnya pada Kamis, 27 November 2025.
Menurut Dewi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang teknologi digital memegang peranan krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia berharap para peserta seminar, yang hadir baik secara langsung maupun daring, dapat segera mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh.
“Hari ini kalian menerima ilmu, semoga nantinya menjadi ASN terbaik yang mampu menjawab tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi,” papar Dewi.
Lebih lanjut, Dewi memosisikan ASN sebagai motor penggerak utama dalam mentransformasi digitalisasi di Kabupaten Pandeglang. Tujuannya jelas, yakni untuk memastikan pelayanan publik dapat disajikan secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
“ASN adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Jika mereka menguasai teknologi digital, percepatan pembangunan dan kualitas layanan tentu akan meningkat signifikan,” jelasnya.
Namun, di tengah dorongan untuk mengadopsi teknologi, Dewi juga memberikan peringatan penting mengenai pentingnya pemanfaatan digital secara bijak. Etika dan integritas harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas digital.
“Kita harus menjaga etika dan berintegritas dalam pemanfaatan transformasi digital demi kemajuan bersama,” pungkasnya.
Seminar Hybrid yang dihadiri oleh ratusan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini mengusung tema-tema strategis seperti integritas, literasi keamanan informasi, dan pengelolaan keuangan digital. (Red/Difeni)







