BagusNews.Co – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dalam mempercepat digitalisasi kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih menghadapi sejumlah tantangan.
Dari total 339 koperasi yang terdaftar, baru 328 koperasi yang memiliki akun aktif di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).
Padahal, target yang ditetapkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang adalah seluruh koperasi harus sudah terdaftar pada November lalu.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan DKUPP Pandeglang Dindin Herdiansyah mengungkapkan, dari 11 koperasi yang belum terdaftar, faktor utama yang menjadi hambatan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
“Selain itu, minimnya pemahaman anggota koperasi dalam mengoperasikan sistem berbasis web membuat proses pengisian data belum selesai secara tuntas,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Rabu, 10 Desember 2025.
Meski demikian, DKUPP telah menyiapkan tim pendamping yang secara intensif membantu pengurus koperasi dalam proses pendaftaran, baik secara langsung maupun daring.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi dan memastikan seluruh koperasi dapat terintegrasi dalam sistem.
“Dengan Simkopdes, kami dapat memudahkan pengawasan serta memetakan perkembangan koperasi secara lebih efektif. Fitur-fitur dalam sistem ini memungkinkan kami untuk memantau koperasi yang aktif maupun yang bergerak lambat,” jelas Dindin.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa digitalisasi ini juga membuka peluang bagi koperasi untuk mengakses pasar yang lebih luas, terutama bagi produk unggulan desa seperti beras dari wilayah Cimanuk dan hasil laut dari kawasan pesisir.
Produk-produk ini kini dapat dipromosikan melalui sistem dan dijangkau oleh koperasi dari berbagai daerah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
DKUPP menargetkan seluruh koperasi di Pandeglang dapat terhubung 100 persen dalam waktu dekat. Dindin mengimbau 11 koperasi yang belum menyelesaikan pendaftaran agar segera berkonsultasi dan melakukan proses integrasi sistem sehingga target tersebut dapat tercapai.
Ia pun optimistis, dengan dukungan dari seluruh pihak dan peningkatan kapasitas SDM di lapangan, seluruh KDKMP di Pandeglang akan mampu terintegrasi penuh dengan Simkopdes dan memberikan manfaat optimal bagi pengembangan koperasi di tingkat desa. (Red/Difeni)







