Home / Ekonomi / Opini / Pendidikan

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:07 WIB

Riset & Transformasi Teknologi Pangan

Oleh: Berliana Wanda Hamidah

Kemajuan teknologi pangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan signifikan pada cara pangan diproduksi, diawetkan, dan dipersonalisasi.

Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan global akan pangan yang lebih aman, bernutrisi tinggi, dan diproduksi secara berkelanjutan.

Berdasarkan kecenderungan riset terbaru, beberapa teknologi kunci seperti pemrosesan non-termal, food upcycling, dan pencetakan makanan 3D menjadi sorotan utama, karena potensinya dalam menjawab tantangan industri pangan di tengah tekanan lingkungan dan dinamika konsumsi modern.

Cold Plasma

Salah satu teknologi yang berkembang cepat adalah pemrosesan non-termal, terutama cold plasma dan high-pressure processing (HPP).

Metode ini dianggap relevan karena mampu menonaktifkan mikroorganisme tanpa merusak kualitas sensori maupun nutrisi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cold plasma memberikan efektivitas tinggi dalam menjaga mutu daging dan produk segar, dengan penggunaan energi yang lebih efisien.

Sementara HPP diterapkan secara luas pada produk siap konsumsi untuk memperpanjang umur simpan sekaligus mempertahankan keamanan pangan.

Temuan-temuan ini memperkuat peran pemrosesan non-termal sebagai teknologi yang ramah lingkungan dan siap diterapkan secara industri.

Selain itu, perkembangan teknologi pangan juga berkaitan dengan meningkatnya urgensi sistem pangan sirkular. Food upcycling atau pemanfaatan kembali limbah pangan menjadi produk baru yang bernilai lebih tinggi, menjadi fokus banyak riset terkini, termasuk di Indonesia.

Baca Juga :  Realisasi Investasi Tahun 2024 di Provinsi Banten Lampaui Target

Kajian-kajian terbaru menunjukkan bahwa limbah organik seperti ampas buah, biji cokelat, hingga residu sayuran berpotensi dijadikan bahan baku pangan fungsional atau bahan tambahan alami.

Sistem ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru khususnya bagi UMKM dan industri pengolahan skala kecil.

3D Food Printing

Teknologi lain yang semakin menonjol adalah pencetakan makanan 3D (3D food printing), yang sudah berkembang dari sekadar prototipe menjadi alat produksi yang dapat menyesuaikan tekstur, bentuk, dan profil nutrisi makanan.

Inovasi ini menawarkan solusi bagi kebutuhan pangan personal, seperti diet khusus pasien, lansia, dan atlet.

Riset-riset terbaru menegaskan bahwa pencetakan makanan 3D tidak lagi terbatas pada bahan berbasis cokelat atau karbohidrat lunak, tetapi mulai merambah protein nabati, serat pangan, hingga formulasi hybrid yang lebih kompleks.

Melihat tren riset dan arah industri, teknologi pangan saat ini bergerak menuju integrasi antara keamanan pangan, keberlanjutan, dan personalisasi nutrisi.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, Rektor Untirta Dorong Proses Demokrasi yang Jujur dan Adil

Ketiga poros ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa teknologi pangan bukan hanya sekadar inovasi, tetapi benar-benar menjadi solusi komprehensif bagi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dengan demikian, transformasi teknologi pangan tidak hanya mengikuti kemajuan sains, tetapi juga menjawab tuntutan global terkait kesehatan, stabilitas pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Kota Serang, 15 Desember 2025

*) Penulis adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Untirta

Daftar Referensi

Cold plasma and high-pressure processing in sustainable meat preservation: a review. (2025). Journal of Food Safety and Preservation. Springer.

A comprehensive review on cold plasma applications in the food industry. (2025). Food & Function. Royal Society of Chemistry.

Cold plasma as a pre-treatment for processing improvement in food: A review. (2023). Trends in Food Science & Technology. Elsevier.

Application of cold plasma technology on the postharvest preservation of in-packaged fresh fruit and vegetables: Recent challenges and development. (2024). Food and Bioprocess Technology. Springer.

Emerging advancements in 3D food printing. (2025). Frontiers in Food Science and Technology.

Share :

Baca Juga

Daerah

Baru 2 Bulan, Uang Pajak Banten Sudah Masuk Rp 1,18 Triliun

Daerah

Hadiri Wisuda Unma, Pemprov Banten Dorong Generasi Muda Berpikir Kreatif dan Inovatif

Daerah

Program Pemutihan Pajak Kendaraan, Warga Keluhkan Pelayanan di Samsat Cikande

Daerah

Aliansi Guru SMA/SMK Negeri Provinsi Banten Rapatkan Barisan, Ada Apa?

Opini

Menakar Pengaruh Globalisasi pada Penyiaran Lokal

Daerah

Forum Potensi SAR Banten Gelar Latihan Bersama High Angle Rescue dan Snake Rescue

Daerah

Dindikbud Kota Serang Minta Orang Tua Lapor Ombudsman RI Jika Alami Keberatan PPDB

Daerah

Jelang Pemilu 2024, Rektor Untirta Dorong Proses Demokrasi yang Jujur dan Adil