Home / Daerah

Senin, 2 Februari 2026 - 20:57 WIB

Dampak Banjir di Kabupaten Serang, Sawah di Kecamatan Carenang Terancam Gagal Panen

kondisi sawah pascabanjir di Carenang, Kabupaten Serang l Dok. Dwi MY-BNC

kondisi sawah pascabanjir di Carenang, Kabupaten Serang l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Carenang melakukan identifikasi terhadap lahan sawah yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari luas baku sawah (LBS) sekitar 2.179 hektare, sekitar 294 hektare lahan sawah di tiga desa meliputi Desa Mekarsari, Pamanuk, dan Carenang mengalami dampak langsung dari banjir yang melanda daerah tersebut pada awal Februari 2026.

Koordinator BPP Kecamatan Carenang Riyana menyampaikan bahwa dari total luas lahan yang terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan parah yang berpotensi menyebabkan gagal panen.

“Saat ini kondisi di Carenang pasca banjir yang terdata dari 2.179 hektare yang terdampak banjir, sekitar 294 hektare lahan sawah,” ungkap Riyana kepada wartawan pada Senin, 2 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi saat ini tengah dilakukan untuk mengetahui kondisi lahan yang terkena puso, yaitu lahan yang tidak bisa dipanen karena tidak produktif lagi.

Baca Juga :  Tim Gabungan Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Anyar Kota Tangerang

“Karena dari 294 hektare itu posisinya terendam seratus persen, dari saluran sungai Cidurian,” jelasnya.

Ia memerinci data sementara dari laporan kelompok tani yang menyebutkan bahwa dampak luapan Sungai Cidurian dan Sungai Ciujung mempengaruhi sejumlah desa, dengan perincian sebagai berikut:
Dampak aliran Sungai Cidurian yang terdampak puso:
– Desa Mekarsari: 113 hektare
– Desa Pamanuk: 101 hektare
– Desa Carenang: 31 hektare
– Desa Panenjoan: 10 hektare

Dampak aliran Sungai Ciujung yang tidak termasuk puso:
– Desa Teras: 9 hektare
– Desa Walikukun: 10 hektare
– Desa Ragas: 10 hektare

Riyana menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi ini kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang melalui bidang sarana dan ketahanan pangan serta bidang bencana. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengusulkan bantuan benih untuk periode berikutnya guna mendukung percepatan tanam di seluruh area sawah yang terdampak, seluas 2.179 hektare.

Baca Juga :  Diikuti 53 Perusahaan, Pemprov Banten Gelar Job Fair 2023

“Mudah-mudahan, di periode berikutnya, percepatan tanam bisa memenuhi seluruh hamparan,” ujarnya.

Ia juga berharap bahwa lahan yang tidak terendam dapat segera dipanen, kemungkinan dalam bulan ini maupun bulan Maret dan April mendatang.

Lebih lanjut, Riyana menyebut bahwa untuk lahan sawah yang terendam banjir, pihaknya sedang berusaha mendapatkan data lengkap terkait puso agar bisa mengajukan bantuan Operasi Tanam (OTP).

“Sebagian besar saat ini karena tidak ada yang mengajukan OTP, namun kita tetap mengajukan sambil menunggu instruksi dari pemerintah,” katanya.

Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan pengadaan benih dari cadangan nasional maupun benih daerah untuk membantu petani yang terdampak.

“Untuk bantuan lain, kita usahakan, mudah-mudahan ada, tapi belum ada konfirmasi. Biasanya, OTP diajukan setelah ada laporan dan verifikasi,” tutupnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kinerja 100 Hari Kepemimpinan Zakiyah-Najib, Begini Kata Ketua Forum BPD Kecamatan Kopo

Daerah

PPDB Banten Dibuka 19 Juni 2024, Pemprov Siapkan Layanan Online Secara Maksimal

Daerah

Realisasi Investasi Banten Tembus Rp130,2 Triliun, Dimyati Tekankan Perlindungan Iklim Usaha

Daerah

Dindikbud Kota Serang Sebut Faktor Kemiskinan dan Bullying Sebabkan Anak Putus Sekolah

Daerah

Gelar Literasi Digital, PMII Banten Harap Itu Dapat Menjawab Tantangan Kedepan

Daerah

Andra Soni Sambut Kedatangan Masyarakat Baduy di Gedung Negara Provinsi Banten

Daerah

BKPSDM Kota Serang Percepat Digitalisasi Arsip Kepegawaian, Target Rampung Maret 2026

Daerah

Lewat Susur Sungai, DPUPR Banten Tegaskan Komitmen Pemprov dalam Penataan Ekosistem dan Infrastruktur