Home / Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 19:08 WIB

Wagub Banten: Polisi Harus Hadir di Industri untuk Berantas Pungli dan Premanisme

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah didampingi Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid saat diwawancarai usai acara halalbihalal di PT KMK Global Sports, Cikupa, Kabupaten Tangerang l Dok. Dwi MY-BNC

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah didampingi Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid saat diwawancarai usai acara halalbihalal di PT KMK Global Sports, Cikupa, Kabupaten Tangerang l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengusulkan transformasi hubungan industrial dari pola Tripartit menjadi “Pancapartit” atau P5 guna menciptakan iklim kerja yang lebih aman dan kompetitif di Provinsi Banten.

Gagasan tersebut disampaikan Dimyati usai menghadiri acara halalbihalal keluarga besar KSPSI di PT KMK Global Sports, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa, 14 April 2026, sebagai respons atas kompleksitas permasalahan buruh dan tantangan ekonomi global saat ini.

Dalam pola konvensional, hubungan industrial hanya melibatkan tiga pihak (Tripartit), yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Namun, Dimyati menilai keterlibatan dua elemen tambahan, yaitu kepolisian dan lembaga pelatihan, menjadi kunci stabilitas industri masa depan.

Ia mengatakan, elemen pertama yang ditambahkan dalam konsep Pancapartit adalah kehadiran pihak kepolisian. Dimyati menekankan kehadiran Polri bukan untuk mengintimidasi, melainkan sebagai penjamin kepastian hukum dan perlindungan dari praktik-praktik ilegal yang merugikan ekosistem industri.

Baca Juga :  Hadapi Era AI dan Robotik, Wagub Banten Ajak Buruh Tingkatkan Kompetensi

“Penting polisi di situ hadir. Kenapa polisi? Polisi adalah, tiada lain kalau ada criminal justice gitu, ada penanganan kriminal terkait dengan pemutusan hubungan industrial, hubungan kerja, terus juga permasalahan misalnya ada palak-palakan, ada pungli-punglian, kan polisi harus hadir di situ yang menangani kriminal tadi,” ujar Dimyati.

Menurutnya, keterlibatan polisi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan hubungan industrial sangat krusial untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik yang berujung anarki. “Jadi, bagus sekali kalau polisi betul-betul terlibat di dalam sini dari awal, dari perencanaan awal sampai di akhir,” tambahnya.

Selain faktor keamanan, elemen kelima dalam Pancapartit adalah Pelatihan dan Pendidikan (Diklat). Fokus ini bertujuan untuk menggeser paradigma perjuangan buruh dari aksi fisik di jalanan menuju penguatan kompetensi dan intelektual di ruang kerja. Dimyati menginginkan buruh Banten memiliki daya saing tinggi, terutama melalui akreditasi dan sertifikasi kompetensi.

Baca Juga :  Wagub A Dimyati Natakusuma Sampaikan Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten 2025

“Kenapa? Supaya buruhnya terampil, supaya buruhnya cerdas, supaya buruhnya pintar, tambah kompetensi dan akreditasi, kan begitu,” jelas Dimyati.

Ia berharap, dengan adanya fokus pada pendidikan, citra buruh yang identik dengan aksi anarkis dapat terkikis. “Maka dengan pertemuan ini, saya rasa itu bagus sekali ya untuk tadi juga, biasanya buruh-buruh kan demo, bakar-bakar ini-itu. Nah, sekarang dibuat bagaimana buruh itu betul-betul adalah sebuah potensi yang bersama-sama membangun bangsa,” tuturnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Cuaca Ekstrem di Kabupaten Serang, BPBD Tangani Banjir dan Pohon Tumbang

Daerah

Khawatir Membahayakan, Warga Kota Serang Minta Bak Angkutan Sampah Diganti

Daerah

Dinkes Banten Lakukan Koordinasi Menyiapkan Posko Kersehatan Arus Mudik Lebaran 2023

Daerah

Gubernur Banten Andra Soni Antar Kepergian Tokoh Pendiri Banten H. Tryana Sjam’un Ke Peristirahatan Terakhir

Daerah

DP3AKKB Banten Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak di Pandeglang

Daerah

Syafrudin Kukuhkan Forum Anak Kota Serang

Daerah

Bankeu Provinsi Banten Untuk Kota Serang Tahun 2024 Menurun Hanya Rp16 Miliar

Daerah

Al Muktabar Jadi Tukang Potong Ayam Dadakan Saat Sidak Pasar Rau