BagusNews.Co – Jelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyediakan 5.000 kuota beasiswa di puluhan SMP swasta.
Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk penguatan integritas sistem pendaftaran daring (online) untuk menutup celah intervensi pihak luar. Persoalan klasik daya tampung sekolah negeri yang selalu menjadi beban tahunan kini dijawab Pemkot Tangsel dengan merangkul sektor swasta secara masif.
“Tangerang Selatan sudah hampir tiga tahun terakhir menjalin kerja sama dengan sekitar 90-an SMP Swasta,” kata Pilar usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, program ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi terpaku pada pengejaran kursi di sekolah negeri yang terbatas, yang sering kali memicu praktik ilegal. Dengan adanya beasiswa ini, standar kualitas pendidikan di sekolah swasta yang bermitra dipastikan setara dengan sekolah negeri. Pilar menjelaskan, program kolaborasi ini sudah berjalan dan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak siswa.
“Kami memberikan beasiswa bagi 5.000 anak untuk sekolah secara gratis di swasta. Prinsipnya, Pemkot ingin memberikan akses pendidikan seluas mungkin. Jadi, orang tua tidak perlu memaksakan diri masuk ke sekolah negeri dengan cara-cara yang salah seperti suap atau melalui makelar (calo),” ungkap Pilar.
Selain mengandalkan kemitraan dengan pihak swasta, ungkap Pilar, Pemkot Tangsel juga terus memacu pembangunan infrastruktur pendidikan fisik. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penambahan unit sekolah baru menjadi prioritas untuk menyeimbangkan rasio pertumbuhan jumlah penduduk dengan ketersediaan kelas.
“Dalam periode RPJMD ini, kami tengah membangun tujuh sekolah SMP Negeri baru. Namun, sekolah swasta yang bekerja sama dengan kami juga memiliki kualitas dan fasilitas yang setara dengan standar Dinas Pendidikan. Jadi, sekolah di mana saja sama saja selama aksesnya gratis dan berkualitas,” kaya Pilar.
Menjelang dibukanya pendaftaran SPMB, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian khusus pada aspek keamanan digital dan transparansi data. Pilar menegaskan, dirinya bersama Walikota Benyamin Davnie tidak akan menoleransi adanya manipulasi data dalam sistem PPDB online. Koordinasi antar-lembaga, termasuk melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika, akan diperketat untuk memastikan sistem tidak memiliki celah keamanan.
“Saya akan memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Kominfo pada awal Mei untuk memastikan sistem kita kuat. Saya dan Pak Walikota sangat tegas, sistem tidak boleh bocor atau bisa diintervensi oleh pihak luar. Data harus bersih, clear and clean, dan semua jalur penerimaan—baik zonasi maupun prestasi—harus dijalankan sesuai aturan. Jangan sampai niat menyekolahkan anak malah berujung pada masalah hukum karena praktik percaloan,” tegas Pilar. (Red/Dwi)







