BagusNews.Co – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, seluruh satuan pendidikan di Kota Serang melaksanakan upacara secara serentak.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang mewajibkan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia menggelar rangkaian kegiatan peringatan pada tanggal tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah dipastikan mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga PKBM.
”Dengan instruksi dan edaran tersebut, kita memastikan seluruh sekolah yang ada di Kota Serang melaksanakan apel peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei di seluruh satuan pendidikan dengan semua jenjang di PKBM, TK, PAUD, SD, dan SMP,” ujar Nuri usai memimpin upacara peringatan Hardiknas di SMP Negeri 1 Kota Serang, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, Hardiknas tahun ini mengandung tiga poin penting yang harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh warga pendidikan. Pertama, peringatan ini menjadi momen untuk merenungkan dan mengenang perjalanan panjang dunia pendidikan yang telah dirintis oleh para pendahulu bangsa, terutama Ki Hajar Dewantara.
”Sebagai bapak pendidikan nasional, beliau telah meletakkan dasar-dasar sistem pendidikan yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya dan kepentingan kemajuan anak bangsa,” katanya.
Kedua, lanjut Nuri, perjalanan pendidikan yang terus berkembang menuntut adanya pendekatan-pendekatan pembelajaran yang tepat dan terencana.
Langkah-langkah yang disusun oleh Kemendikdasmen dalam merancang sistem pembelajaran diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas dan kemampuan sumber daya pendidikan di tanah air.
Ketiga, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik semata, tetapi juga wajib membangun karakter peserta didik.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dindikbud Kota Serang mengisi rangkaian kegiatan peringatan dengan meluncurkan Gerakan Masyarakat dan Sekolah Lingkungan Bersih (GEMAS LIBAS).
Usai pelaksanaan apel, seluruh siswa dan tenaga pendidik secara bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan di wilayah sekitar sekolah dengan jangkauan hingga radius 1 kilometer. Kegiatan ini dimaksudkan agar tumbuh rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini.
”Jadi konsepnya adalah sekolah untuk lingkungan dan sekolah untuk masyarakat. Ini refleksi menurut kita di satuan pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sarang. Ini adalah amanat juga dari Pak Walikota dan Pak Sekda untuk memastikan bahwa isi hal-hal yang produktif yang memberikan satu makna dalam membangun karakter anak bangsa,” terang Nuri.
Ia menegaskan bahwa saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan serius, yaitu menurunnya rasa kepedulian di kalangan anak muda.
Berbagai masalah seperti penumpukan sampah, tindakan perundungan, dan berbagai persoalan sosial lainnya muncul karena berkurangnya rasa peduli terhadap lingkungan dan sesama manusia.
Oleh karena itu, kegiatan pembersihan lingkungan ini menjadi langkah awal yang nyata untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kepedulian tersebut melalui tindakan yang langsung dirasakan dan dilakukan oleh peserta didik.
Lebih dari 100 ribu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Serang dipastikan terlibat dalam kegiatan ini. Menurut Nuri, gerakan ini tidak hanya berlangsung pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional saja, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap bulan.
Hal ini dilakukan mengingat kondisi lingkungan yang saat ini masih menghadapi masalah serius terkait penumpukan sampah, yang bahkan telah dinyatakan sebagai keadaan darurat lingkungan.
“Gerakan ini juga merupakan bentuk penerapan dari program-program yang telah digagas di tingkat nasional maupun daerah, termasuk kebijakan yang dicanangkan oleh Walikota Serang Budi Rustandi melalui program Serang Bersih,” tuturnya.
”Kami ingin memastikan bahwa jalur menuju sekolah dan lingkungan sekitarnya senantiasa bersih dari sampah plastik dan kotoran lainnya, agar lingkungan yang sehat dapat mendukung proses perkembangan berpikir dan pertumbuhan karakter anak bangsa dengan baik,” pungkas Nuri.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kota Serang, Bohari Muslim, menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah senantiasa selaras dengan program unggulan yang digagas oleh pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Hal ini tercermin dari berbagai kegiatan yang mendukung program Indonesia Asri serta program Serang Bersih yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat, tertata, dan indah.
Upaya tersebut telah dijalankan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah melalui kegiatan rutin yang diberi nama Green and Clean (GC).
”Jadi kita sebetulnya sudah sejalan dengan apa yang kita laksanakan pada hari ini. Apa yang tadi ditekankan terkait dengan pendidikan karakter, pembelajaran akademis dan juga keterampilan-keterampilan yang kita berikan kepada peserta atau murid-murid, itu tentu sudah sejalan dengan apa yang sudah dilaksanakan,” ujar Bohari.
Ia mengatakan, Green and Clean dilaksanakan setiap hari Jumat di sekolahnya, didukung oleh tim khusus yang bertugas mengatur serta memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik. Berharap segala upaya yang dilakukan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para siswa.
Keberadaan tim pelaksana kegiatan Green and Clean telah terbentuk jauh sebelum program serupa digagas secara luas, sebagai bentuk komitmen sekolah untuk terus mendampingi dan membimbing para siswa, agar memahami serta mengamalkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
“Kita berharap kelak anak-anak didik kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berguna serta memberikan manfaat bagi sesama manusia, sebagaimana yang juga telah ditekankan oleh Pak Kadis dalam penyampaiannya hari ini,” tutup Bohari. (Red/ Roy)







