BagusNews.Co – Sebanyak 50 warga dari Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, mengikuti pelatihan produksi konten digital yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu-Kamis, 10-11 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Musrenbang tahun sebelumnya dan berlangsung di Dapur Pos Resto. Fokus pelatihan ini adalah membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam pembuatan konten digital yang sesuai dengan perkembangan media saat ini.
Farhan Muhammad, narasumber sekaligus content creator, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta menjadi hal yang sangat berkesan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk mempelajari berbagai aspek pembuatan konten digital, mulai dari teknik analisis dan pemilihan tema, referensi konten, teknik pengambilan gambar (shooting), proses editing, hingga strategi upload dengan memperhatikan algoritma media sosial.
“Alhamdulillah, teman-teman peserta antusias untuk belajar menjadi content creator. Mulai dari teknik analisis, pemilihan tema konten, referensi konten, teknik shoot, editing, sampai saat upload mempelajari algoritma,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan, hasil praktik yang ditunjukkan peserta cukup membanggakan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali memproduksi konten digital. Ia percaya kemampuan peserta akan terus berkembang seiring banyaknya pengalaman yang didapatkan dan latihan secara rutin.
“Lebih sering produksi konten, skill untuk edit dan shoot pasti terus meningkat. Tinggal dilatih lagi,” imbuhnya.
Selain itu, Farhan berharap semangat berkarya yang muncul selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ia menegaskan keterampilan dalam membuat konten dan membangun personal branding sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan maupun usaha.
Salah satu peserta, Ardi Laksono, mengaku mengikuti pelatihan untuk memperdalam kemampuan mengelola akun TikTok yang saat ini ia pegang. Dari pelatihan ini, ia mendapatkan wawasan baru mengenai teknik editing, algoritma media sosial, teknik dubbing, hingga pengambilan gambar yang baik.
“Dari lima tahun lalu sudah buat YouTube, namun sempat berhenti dan tidak diteruskan. Sekarang mumpung ada kesempatan, saya ingin mendalaminya lagi,” ujar Ardi.
Ia berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan lagi dengan tema yang lebih beragam agar peserta memiliki kesempatan untuk terus menambah wawasan dan keterampilan baru.
Peserta lainnya, Erika mengaku pelatihan ini semakin memperkuat minatnya untuk menjadi content creator. Ia merasa mendapatkan ilmu baru sekaligus memperluas jaringan pertemanan dengan sesama peserta.
“Seru, pemaparan materinya masuk dan nyambung. Setelah mengikuti pelatihan ini, minat saya untuk menjadi content creator justru semakin meningkat,” katanya. (Red/Dwi)







