Home / Daerah / Pemerintah / Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Tangsel Optimalkan Peran Satgas Percepatan MBG

Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo diwawancarai wartawan usai memimpin rapat koordinasi program MBG bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Lengkong, Puspemkot Tangsel l Dok. Istimewa

Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo diwawancarai wartawan usai memimpin rapat koordinasi program MBG bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Lengkong, Puspemkot Tangsel l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat implementasi program makan bergizi gratis (MBG) melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG. Langkah ini diambil untuk memastikan keberhasilan program, tepat sasaran, dan didukung sistem pengawasan serta koordinasi yang lebih efektif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel Bambang Noertjahjo menegaskan, penguatan Satgas merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dan upaya konkret memperkuat fungsi Satgas yang telah dibentuk sejak akhir 2025.

Bambang mengungkapkan, rapat koordinasi yang diikuti oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Lengkong, Puspemkot Tangsel, Kamis, 11 Juni 2026, menjadi langkah penting dalam mematangkan strategi pelaksanaan program.

“Pada akhir tahun 2025, kita sudah memiliki Satgas Percepatan MBG yang merupakan implementasi berbagai regulasi di atasnya. Kini berbagai hal yang sebelumnya telah dibentuk tersebut coba kita konkretkan dan fungsikan secara maksimal, salah satunya melalui rapat pengawasan hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Bersatu Lewat Doa: Bupati Pandeglang Harap Istighotsah Bawa Berkah Pembangunan

Penguatan Satgas tidak hanya difokuskan pada pengawasan pelaksanaan dan penyaluran manfaat kepada warga, tetapi juga meliputi aspek keberlanjutan rantai pasok bahan baku yang dibutuhkan untuk operasional dapur MBG.

Bambang menambahkan, bahan baku utama program ini seharusnya dipenuhi oleh pelaku usaha dan pemasok dari Tangsel sehingga program tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi lokal.

“Salah satu tujuan utama program ini adalah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Tangsel. Melalui program ini, kami berharap perputaran ekonomi juga terjadi di daerah. Ekosistem rantai pasok bahan bakunya harus berasal dari Tangsel,” jelas Bambang.

Baca Juga :  Dirut PLN Beberkan Jurus Capai Net Zero Emission 2060

Selain membahas keberlanjutan rantai pasok, forum koordinasi tersebut juga menjadi momen menyamakan persepsi terkait aspek legalitas dapur SPPG yang beroperasi di Tangsel. Bambang menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh aspek pendukung program berjalan sesuai ketentuan tanpa mengganggu pelayanan kepada penerima manfaat.

“Apakah aspek legalitas ini perlu kita benahi terlebih dahulu atau dapat berjalan beriringan sambil tetap memastikan layanan kepada penerima manfaat tidak terganggu. Ini yang harus kita sepakati bersama,” tegasnya.

Pemkot Tangsel berharap pelaksanaan program ini dapat berjalan lebih baik, mulai dari pengawasan, distribusi, hingga pemenuhan bahan baku. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem MBG. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

DP3AKKB Banten Ajak Masyarakat Dalam Pengendalian Angka Kelahiran

Daerah

Antisipasi Dampak Kekeringan Lahan Pertanian dan Peternakan, Distan Banten Bangun 10 Sumur Pantek

Daerah

Kabupaten Serang Tampilkan Keunikan dan Kreativitas UMKM di Dekranas Expo 2025

Daerah

Siaga Lebaran Idulfitri 2026, Pemkab Tangerang Monitor Pelayanan RSUD Pakuhaji

Daerah

Ganjar Milenial Rehabilitasi Taman Baca dan Sanggar Seni di Rangkasbitung

Daerah

Gardu Ganjar Berbagi Sayur hingga Deklarasi Dukungan Bersama Pedagang di Pasar Cikande

Daerah

DPUPR Banten Lanjutkan Pembangunan Jembatan Jatipulo hingga Rampung

Daerah

Pemprov Banten Akan Berikan Bantuan Benih Bagi Petani Padi yang Mengalami Puso