Home / Nasional

Kamis, 16 Februari 2023 - 19:52 WIB

Kemendagri Bangun Ekosistem Pemilu Sehat Melalui Gerakan Revolusi Mental

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar

BagusNews.Co– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah membangun ekosistem pemilu sehat melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Bahtiar dalam webinar bertema ‘Pemilu Serentak Tahun 2024 sebagai Sarana Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk Mewujudkan Indonesia Bersatu’.

“Me-refresh lagi sejak tahun 2014, jadi periode pertama Beliau (Presiden) dan periode kedua memimpin negara ini, Presiden Jokowi-(Wakil Presiden) JK dan sekarang Presiden Jokowi-(Wakil Presiden) Ma’ruf Amin, juga tetap konsisten dengan menggerakkan Gerakan Revolusi Mental,” kata Bahtiar dalam rilis Puspen Kemendagri yang diterima BagusNews.Co, Kamis, 16 Februari 2023.

Dalam gerakan itu, kata Bahtiar, Kemendagri diamanatkan untuk membantu Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengorganisasikan jajaran pemerintah daerah (Pemda) membuat program/kegiatan terkait revolusi mental. Selain itu, pihaknya juga ditugaskan untuk mencari formulasi yang tepat agar pemilu dapat menjadi sarana mempererat kesatuan bangsa.

“Kita tahu manusia Indonesia ini sangat bineka, sangat beragam. Nah, keberagaman ini justru jadi kekuatan kita. Bahkan, konsep-konsep baru sekarang, yang berkembang di dunia justru temuannya menyatakan perbedaan-perbedaan atau kebinekaan atau keberagaman itu akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik,” ujar Bahtiar.

Ia menambahkan, keberagaman akan memberikan kekuatan dan membuat masa depan menjadi lebih baik. Bahkan Indonesia bisa menjadi contoh dari salah satu negara besar di dunia yang memiliki “diversity” yang luar biasa, termasuk dalam hal pemilu. Apalagi saat ini sudah ditetapkan partai politik peserta pemilu yang terdiri dari 18 partai politik nasional dan 6 partai politik tingkat lokal Aceh. Hal ini merupakan abstraksi dari keberagaman ideologi, pikiran, dan aspirasi masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  AHY Tinjau Penataan Kawasan Permukiman Nelayan di Desa Tanjung Anom

“Jadi jumlah partai politik yang banyak itu harus dipandang sebagai kekayaan dan kebinekaan yang luar biasa yang kita miliki. Maka, semua pihak harus berpikir positif, memandang ini justru kekuatan atau peluang kita untuk mengubah keberagaman ini menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” ungkap Bahtiar.

Sementara itu, dalam paparannya sebagai narasumber, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi menjelaskan, GNRM dilaksanakan karena adanya krisis integritas, kurangnya etos kerja dan daya saing bangsa, melemahnya budaya gotong royong, serta krisis eksistensi negara bangsa (nation-state) atas masalah disintegrasi nasional.

“(GNRM) dalam rangka untuk mempertahankan eksistensi bangsa Indonesia dan negara Indonesia, misalnya terkait dengan gerakan-gerakan separatis, ideologi, kemudian efek dari globalisasi, SARA, budaya, dan kekerasan,” terang Didik.

Ia menambahkan, GNRM penting untuk menyadarkan generasi bangsa saat ini yang secara komposisi didominasi oleh post-gen Z, generasi Z, dan milenial, terhadap berbagai ancaman yang timbul. Kelompok muda menjadi subjek intervensi sejak dini agar menjadi generasi sehat, berpendidikan, berkarakter Pancasilais, serta memiliki kualitas hidup dan kesejahteraan yang baik.

Baca Juga :  Wujudkan Pemilu Damai, Kemendagri Undang Semua Kepala daerah Rakornas di Sulawesi Tenggara

“Revolusi Mental ini adalah gerakan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup bangsa, yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan, kemodernan. Dan di sisi lain, kita juga menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme melalui pembinaan ideologi Pancasila,” ungkapnya.

Berdasarkan nilai-nilai Revolusi Mental tersebut, ujar Didik, aksi nyata gerakan Indonesia bersatu menjelang Pemilu Serentak 2024 bisa diwujudkan dengan perilaku saling menghargai dan gotong royong. Hal tersebut sesuai dengan jati diri dan karakter bangsa yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai informasi, narasumber lain yang turut hadir dalam webinar tersebut, yaitu perwakilan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kejaksaan Agung, Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Asisten Teritorial Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

A Damenta Ungkap Kolaborasi Kunci Pemajuan Budaya

Nasional

Kutuk Serangan ke Indobatt di Lebanon, Rizki Natakusumah : Pelanggaran Hukum Humaniter

Daerah

Al Muktabar Dorong Generasi Muda Berpendapatan Miliki Rumah

Daerah

Sambut Hari Lingkungan hidup 2024, WALHI Gelar Pekan Rakyat di Banten

Nasional

ISEF 2024 Resmi Dibuka

Nasional

Dorong Praktik Kerja Berkelanjutan, Wamen Ketenagakerjaan Datangi PT Indah Kiat Pulp & Paper
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro dalam kegiatan kegiatan Pembekalan Kader Bela Negara Tingkat Madya bagi Eselon I dan II Pemprov Sumbar bersama Akademi TNI di The Balcone Hotel and Resort, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Nasional

Berikan Pembekalan Kader Bela Negara, Sekjen Kemendagri Ajak ASN Bumikan Pancasila

Daerah

Banten Provinsi Kedua yang Dikunjungi Ganjar Pranowo Usai Ditetapkan Sebagai Capres