Home / Daerah

Selasa, 25 Juli 2023 - 15:55 WIB

Dengan Kerjasama Semua pihak, BKKBN Banten Optimis Prevalensi Stunting Dapat Turun dan Mencapai Target

BagusNews.Co – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten optimis prevalensi stunting di Provinsi Banten pada tahun 2024 dapat tercapai di 14 persen .

Demikian hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKKBN Provinsi Banten Ubang Sobari usai menghadiri kegiatan peresmian penggunaan fasilitas air bersih program TNI AD Manunggal Air tahun 2023 dan pencanangan percepatan penurunan stunting di Kampung Lebaksangka, Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Selasa (25/7/2023).

“Banten ini sekarang alhamdulillah sudah turun 4,5 persen dari 24,5 persen. Sekarang Banten tingkat stuntingnya sudah mencapai 20 persen, insyaallah kami optimis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Andra Soni Gagas Proyek Percontohan SMK Link and Match dengan Industri untuk Tekan Pengangguran

Selanjutnya, Ubang juga menilai dengan kerjasama seluruh pihak, baik itu unsur TNI-Polri maupun dengan stakeholder lainnya untuk saling bahu-membahu dalam percepatan penurunan stunting. Pihaknya meyakini target prevalensi stunting 14 persen dapat terwujud.

“Sesuai dengan amanat Presiden 14 persen, insyaallah Banten siap untuk menekan angka penurunan stunting,” katanya.

Sedangkan, terkait dengan bantuan penggunaan fasilitas air bersih program TNI AD Manunggal Air 2023 bisa bisa menurunkan angka stunting. Lantaran kebersihan menjadi salah satu upaya yang dapat menangani stunting.

Baca Juga :  Jaga Keberlangsungan Air, DPUPR Banten Lakukan Pemeliharaan Situ

Selain itu, ujar Ubang, dalam upaya penangan stunting, pihaknya juga melakukan pelayanan kotrasepsi guna mencegah, menekankan dan juga bisa mengatur tingkat kelahiran. Sehingga generasi-generasi di Banten diharapkan dapat menghindari stunting.

Oleh karena itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Banten untuk menghindari 4T.

“Hindari 4T, terlalu sering melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat melahirkan dan terlalu muda menikah. Jadi menikah itu harus ditentukan dengan usia, perempuan minimal di atas 20 tahun,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Royal Baroe Mulai Diminati Banyak Investor dari Luar Daerah Kota Serang

Daerah

Tinjau Huntara Cigobang, Andra Soni : Pemprov Banten Siap Lakukan Pengerasan Akses Jalan

Daerah

Safari Ramadan 2026: Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel Salurkan Bantuan Sosial

Daerah

Andra Soni Ajak Masyarakat Banten Sambut Ramadan 1447 Hijriah dengan Penuh Sukacita

Daerah

Komunitas Pecinta Otomotif Promosikan Royal Baroe, DPRD Kota Serang: Terobosan Baru

Daerah

Warga Kelapa Dua Gotong Royong Bangun Rumah Singgah, Syafrudin: Patut Dicontoh

Daerah

Andra Soni Akan Lantik Bupati dan Wakil Bupati Serang

Daerah

Siap Maju Pada Pilgub Banten, Rano Karno : Saya Senang Menata Banten