BagusNews.Co – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten optimis prevalensi stunting di Provinsi Banten pada tahun 2024 dapat tercapai di 14 persen .
Demikian hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKKBN Provinsi Banten Ubang Sobari usai menghadiri kegiatan peresmian penggunaan fasilitas air bersih program TNI AD Manunggal Air tahun 2023 dan pencanangan percepatan penurunan stunting di Kampung Lebaksangka, Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Selasa (25/7/2023).
“Banten ini sekarang alhamdulillah sudah turun 4,5 persen dari 24,5 persen. Sekarang Banten tingkat stuntingnya sudah mencapai 20 persen, insyaallah kami optimis,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ubang juga menilai dengan kerjasama seluruh pihak, baik itu unsur TNI-Polri maupun dengan stakeholder lainnya untuk saling bahu-membahu dalam percepatan penurunan stunting. Pihaknya meyakini target prevalensi stunting 14 persen dapat terwujud.
“Sesuai dengan amanat Presiden 14 persen, insyaallah Banten siap untuk menekan angka penurunan stunting,” katanya.
Sedangkan, terkait dengan bantuan penggunaan fasilitas air bersih program TNI AD Manunggal Air 2023 bisa bisa menurunkan angka stunting. Lantaran kebersihan menjadi salah satu upaya yang dapat menangani stunting.
Selain itu, ujar Ubang, dalam upaya penangan stunting, pihaknya juga melakukan pelayanan kotrasepsi guna mencegah, menekankan dan juga bisa mengatur tingkat kelahiran. Sehingga generasi-generasi di Banten diharapkan dapat menghindari stunting.
Oleh karena itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Banten untuk menghindari 4T.
“Hindari 4T, terlalu sering melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat melahirkan dan terlalu muda menikah. Jadi menikah itu harus ditentukan dengan usia, perempuan minimal di atas 20 tahun,” pungkasnya.(Red/Dede)







