Home / Daerah

Sabtu, 11 Maret 2023 - 21:12 WIB

Gaduh Surat Edaran Pj Sekda Banten, Cak Nawa : Wajar Anggota Dewan Gunakan Hak interpelasi

BagusNews.Co – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten M. Nawa Said Dimyati ikut angkat bicara terkait dengan adanya kegaduhan yang terjadi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang disebabkan Surat Edaran (SE) Pj Sekretaris Daerah Provinsi Banten soal pelaksanaan APBD Provinsi Banten Tahun 2023.

M. Nawa Said Dimyati yang akrab disapa Cak Nawa menceritakan, sebelumnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan konsultasi dengan Pimpinan DPRD Banten yang berkaitan dengan APBD Banten tahun 2023.

“Begini, beberapa waktu lalu, TAPD melakukan rapat konsultasi dengan pimpinan DPRD terkait, pertama Asumsi SILPA terlalu tinggi, adanya pengurangan pendapatan yang bersumber dari transfer pusat dan pesimistis target Pendapatan bisa tercapai,” ungkapnya.

Pada saat itu kata Cak Nawa yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, TAPD meminta pandangan kepada Pimpan DPRD Banten terkait dengan adanya rencana earmarking terhadap belanja daerah.

Baca Juga :  Yedi Rahmat Lakukan Monitoring Pos Pengamanan Lebaran 2024 di Kota Serang

Pada saat itu Pimpinan DPRD menyarankan, jika hal tersebut harus terjadi karena beberapa aspek termasuk transfer dana dari pemerintah pusat. Lebih baik dilakukan melalui Perda APBD Perubahan 2023.

“TAPD meminta pandangan terkait rencana melakukan earmarking terhadap belanja daerah. Pimpinan DPRD menyarankan agar Pemprov melakukannya melalui pintu perubahan APBD (perda APBD-P), karena dasar hukum earmarking masih sumir,” katanya.

Lanjut Cak Nawa, pada akhir Januari 2023 muncul SE Pj Sekda dari sanalah kata ia, memicu kegaduhan di Lingkungan Pemprov Banten. karena, pada prakteknya ada penentuan prioritas program yang diputuskan secara sepihak tidak melibatkan DPRD Banten.

“Nah, pada tanggal 24 Januari ada surat edaran Pj Sekda terkait tiga hal, pertama optimalisasi pendapatan, kedua efisiensi belanja dan ketiga melakukan revisi atau penyempurnaan HPS belanja barang dan jasa,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Banten Dorong Peran Masyarakat Cegah Terjadinya Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

“Disinilah mulai timbul kegaduhan, karena prakteknya ada penentuan skala prioritas program belanja di APBD yang di putuskan secara sepihak oleh TAPD dan tidak melibatkan DPRD,” sambungnya.

Menurutnya, jika ada anggota DPRD Provinsi Banten yang ingin menggunakan hak interpasinya itu hal yang wajar, lantaran pada prakteknya ada skala prioritas program yang diputuskan secara sepihak.

“Jadi apabila ada sebagian anggota DPRD yang ingin menggunakan hak interpelasi, menurut saya wajar-wajar saja. Bertanya ke Gubernur, parameter untuk menentukan program apa prioritas dan program lain tidak prioritas itu pakai pendekatan apa, dan lain sebagainya. Interpelasi itu kan hak bertanya,” tegasnya. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

27 Ribu Lebih Warga Kota Serang Masih Menganggur

Daerah

Hasil Quick Count PSU Pilkada Kabupaten Serang Zakiyah-Najib Unggul, Harapan Baru untuk Masyarakat

Daerah

Mudik Dilarang Pakai Kendaraan Dinas, Pj Sekda Banten Nana : Surat Edaran Sedang Kita Siapkan
Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriyadi saat mengalami pembalap kelas RX King pada Minggu, 27 Juli 2025 | Dok. Guntur-BNC

Daerah

Mahatama Karya Open Road Race 2025 Jadi Momentum Pengembangan Olahraga dan Pariwisata di Pandeglang

Daerah

Andra Soni Instruksikan Kader Gerindra se-Banten Bantu Warga Terdampak Longsor dan Banjir

Daerah

Pemprov Banten Terus Lakukan Pemantauan Harga dan Ketersedian Pangan

Daerah

Sekolah di Kota Serang Melebihi Kuota Rombel, Suherman: 2025 Tak Ada toleransi

Daerah

Dilantik Sebagai Ketua PMI Kota Serang, Adde Rosi Khoerunnisa Fokus UDD