BagusNews.Co – Pemberantasan korupsi khususnya di kalangan pejabat pemerintahan dan badan usaha milik daerah (BUMD) dimulai dari keluarga yang berintegritas.
Demikian diungkapkan Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Muda Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Rommy Iman Sulaiman di sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas pada Kamis, 2 Mei 2024.
Rommy menjelaskan, Bimtek Keluarga Berintegritas bertema ‘Mewujudkan Kabupaten Serang Bebas dari Korupsi Dimulai dari Keluarga Berintegritas’ digagas KPK melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat sejak 2022 mulai dari tingkat kementerian, lembaga dan provinsi.
“Untuk tahun 2024, KPK melakukan perluasan secara masif di tingkat kabupaten dan kota,” ujar Rommy.
Bimtek yang diselenggarakan di Kabupaten Serang ini merupakan hasil kerja sama KPK RI dengan Inspektorat Kabupaten Serang.
Adapun peserta bimtek di antaranya, yaitu kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama pasangannya.
”Kita berharap semua kota dan kabupaten bisa menyeluruh bisa diselesaikan selama 2024 sampai 2025. Mengapa demikian, kita berharap adanya peran serta terhadap pemberantasan korupsi itu dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Program bimtek keluarga berintegritas, sambung Rommy, berdasarkan hasil riset-riset yang dilakukan oleh KPK bahwa pencegahan korupsi berbasis keluarga itu dapat efektif dalam menginternalisasi integritas kepada keluarga.
“Tentunya di sini harapannya pejabat-pejabat yang ada di sini dapat menjadi role model, menjadi suri teladan kepada seluruh keluarga se-Kabupaten Serang,” katanya.
Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Sugi Hardono mengatakan, bimtek yang difasilitasi KPK tersebut merupakan hal baru. Usai mengikuti bimtek, ia berharap perilaku pejabat di Kabupaten Serang terhindar atau memiliki nilai-nilai dasar budaya anti korupsi.
“Spesialnya lagi kegiatan ini dikemas para pejabat Pemkab Serang beserta para direktur BUMD mengajak menggandeng pasangannya, kalau pejabat laki-laki bersama istrinya, kalau pejabat perempuan bersama para suaminya,” ujarnya.
Sugi berharap, dengan digelarnya bimtek selain suatu model inovasi budaya antikorupsi itu bisa dimulai dari keluarganya para pejabat yang bersangkutan bersama pasangannya dibimbing, diarahkan oleh KPK sampai detail apa yang seharusnya dilakukan untuk menghindari korupsi di pemerintahan maupun di BUMD.
“Ini positif, sangat kami apresiasi kepada jajaran KPK suatu model bimtek yang mungkin baru kali ini dilaksanakan. Kami merasa bahwa momentum nanti bisa benar-benar melekat ke dalam sendi keluarga memotivasi pejabat untuk menghindari ke arah korupsi,” katanya.
Inspektur Kabupaten Serang Rudy Suhartanto menyampaikan terima kasih kepada Bupati Serang dab KPK RI yang sudah menginisiasi Bimtek Keluarga Berintegritas.
Menurutnya, awal mulanya motivasi berbuat yang kurang baik atau memberikan contoh suri teladan bagi seorang pimpinan kepada anak buahnya harus berangkat dari rumah, dari keluarga, dan berangkat dari pasangannya.
“Inisiasi ini sungguh luar biasa, ide yang sangat brilian menurut kita,”ujarnya.
Rudy memastikan, kegiatan tersebut bisa dijadikan contoh bagaimana ke depan Inspektorat Kabupaten Serang bersama jajaran Pemkab Serang lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan sejenis dengan sasaran keluarga-keluarga yang lain.
Mengingat, saat ini baru kepala OPD, sedangkan para camat belum secara keseluruhan mengikuti kegiatan sosialisasi saat ini.
”Kita coba bikin program-program lainnya sejenis ini, semodel ini sehingga menanamkan jiwa antikorupsi itu harus berangkat dari keluarga,” pungkasnya. (Red/Dwi)







