Home / Daerah

Rabu, 5 Juli 2023 - 14:43 WIB

Periode Juni 2023, Provinsi Banten Tempati Posisi 15 Daerah Terendah Inflasi Secara Nasional

BagusNews.Co – Perkembangan penanganan inflasi di Provinsi Banten pada pertengahan tahun 2023 ini mengalami penurunan, dari semula selalu bertahan dan masuk dalam 10 daerah terendah kondisi inflasinya, namun pada Juni 2023 Provinsi Banten menempati urutan ke 15 daerah terendah inflasinya yang mencapai 3,15 persen.

Sedangkan, pada bulan Mei 2023 lalu, posisi Banten sudah mengalami penurunan pada posisi 12 besar dengan nilai 3,67 poin, satu tingkat di bawah Provinsi Papua yang berada pada posisi 13 dengan nilai 3,69 poin.

Beberapa bulan lalu, Banten terus bertahan pada posisi enam besar, bahkan bisa sampai lima besar nasional. Sehingga Banten terus berada pada posisi daerah dengan penanganan inflasi yang cukup baik berada pada 10 besar. Misalnya saja perkembangan inflasi pada bulan April 2023, dimana Provinsi Banten berada pada posisi lima besar nasional dengan nilai 3,77 poin, satu tingkat di bawah Provinsi Jambi.

Atas hal itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menyampaikan hampir di seluruh wilayah di Indonesia mengalami persoalan berkaitan dengan stok daging ayam ras, telor ayam ras serta pakan peternakan yang harganya terus mengalami fluktuasi yang cukup tinggi.
Saat ini Pemprov Banten bersama seluruh stackholder tengah melakukan upaya untuk memberikan keseimbangan antara produsen dan konsumen.

“Karena kalau terlalu mahal, walaupun produsen untung tapi konsumen pasti teriak. Begitu juga sebaliknya, kalau terlalu murah, di tingkat peternak juga teriak meskipun konsumen senang. Saya mengibaratkan kondisi ini seperti denyut jantung yang harus terjaga dengan baik pada titik keseimbangan atau equilibrium,” katanya seusai mengikuti Rakor Inflasi bersama Kemendagri secara virtual, Selasa (4/7/2023).

Selanjutnya, kata Al Muktabat, Pemprov Banten bersama seluruh jajaran terkait dalam waktu dekat akan langsung melakukan upaya penanganan itu agar kembali kesimbang, salah satunya mempersiapkan operasi pasar.

Baca Juga :  R-APBD Provinsi Banten TA 2023 Disetujui DPRD Provinsi Banten

Untuk pemenuhan stoknya, Pemprov akan berkomunikasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapan) termasuk juga Kementrian dan Lembaga terkait.

“Kalau kita lihat stok nasionalnya itu sebenarnya mencukupi, tapi kenapa ini ada fluktuasi. Nah kita sedang mengurainya. Mungkin persoalannya ada pada distribusi atau agenda dari tahapan-tahapan menuju sampai rantai konsumen. Kita sudah siapkan anggaran yang bisa digunakan jika hambatan itu ada pada sektor transportasi,” ujarnya.

Selain ketiga sektor di atas, tambahnya, ada komoditi lain yang juga cukup berkontribusi atas keadaan inflasi di Provinsi Banten, seperti bidang pangan dan minuman, kemudian rokok kretek, rokok kretek putih, cabe merah dan bawang putih.

Ia melanjutkan Operasi Pasar (OP) itu akan dilakukan pada titik-titik daerah yang mengalami fluktuasi harga komoditi yang cukup tinggi saja. Sedangkan untuk daerah yang cukup terkendali seperti Kota Cilegon, Serang dan Kota Tangerang untuk masih terkendali dengan baik. Dengan OP ini, kita upayakan tidak akan mengganggu mekanisme harga di pasaran.

“Kita bukan menjadi pesaing tapi dalam rangka stabilisasi harga saja. Sehingga bila di suatu keadaan sudah dipandang cukup maka kembali ke mekanisme pasar normatif,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid sudah menggandeng perusahaan raksasa pemasok olahan daging ayam potong PT Charoen Pokpand Group melalui anak usahanya PT Sarana Proteindo Utama (SPU) yang berada di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak untuk mengantisipasi kelangkaan daging ayam potong.

PT SPU dinilai Pemprov mampu membantu suplay daging ayam potong untuk kebutuhan di dalam daerah. Pasalnya, perusahaan yang berbasis di Tiongkok itu mampu memproduksi sebesar 600.000-700.000 ekor ayam potong atau livebird dalam satu minggu, dimana dari jumlah itu 50 persennya diproduksi untuk kebutuhan ekspor sedangkan sisanya untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.

Baca Juga :  Ikuti Rakor Inflasi, Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti: Harga 20 Komoditi Bahan Pokok Terjaga

“Dari 300 ribu ekor itu, jika dikalkulasikan sekitar 450 ton daging ayam. Dari jumlah itu, Pemprov mendapatkan 20 persennya saja, itu sudah cukup untuk membantu stabilisasi kebutuhan stok daging ayam di pasaran,” katanya.

Dikatakan Agus, kondisi harga daging ayam potong saat ini memang masih cukup tinggi karena faktor harga pakan yang masih belum stabil. Oleh karena itu, dengan pasokan yang cukup, ia berharap harga dipasaran bisa ditekan, tidak sampai Rp38.000/kg tapi bisa sampai Rp34.000/kg. Itu sudah ada untungnya.

“Kalau masih Rp38.000/kg, sepertinya ada rantai pasokan yang menghambat. Makanya kita ingin mendorong BUMD kita, PT Agrobisnis Banten Mandiri atau ABM (Perseroda) untuk masuk ke wilayah bisnis ini sebagai takeoffer ke pasar agar harganya tetap stabil,” ungkapnya.

Agus juga akan berkordinasi dengan Tim Satgas Pangan daerah terkait antisipasi lonjakan harga yang terjadi di pasaran. Kita semua, termasuk dari jajaran Polda Banten, akan bergerak secara inten melakukan pengawasan.

“Kami harapkan harga jatuh kepada Harga kewajaran sesuai dengan anjuran pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu Depudi Biohed PT Sarana Proteindo Utama Chusnun mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi bersama Pemprov Banten dalam upaya pemenuhan kebutuhan stok gading ayam potong, khususnya untuk di wilayah Provinsi Banten.

“Dalam seminggu kita bisa produksi sebanyak 600.000-700.000 ekor ayam daging siap potong. Itu untuk di wilayah Banten saja,” katanya.

Dari jumlah itu, sebanyak 350 ekor masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH) untuk dilakukan pengolahan berbagai produk, kemudian diekspor.

“Sedangkan yang lainnya untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri seperti sejumlah pasar tradisional melalui mitra-mitra kami. Nah, nanti Pemprov bisa masuk lewat situ, kita alokasikan,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Mantan Kades Jadi Ketua Komisi I DPRD Banten

Daerah

Percepat Normalisasi Sungai dan Kanal, 210 Rumah di Kota Serang Bakal Direlokasi

Daerah

DPK Banten Launching Logo Baru Perpustakaan Daerah Provinsi Banten

Daerah

Pj Kepala Daerah Ingin ikut Pilkada, Yedi Ramhat : Harus Mundur Dari Jabatannya Terlebih Dahulu

Daerah

Bupati Serang Beri Bonus Atlet Berprestasi Pada Porprov VI Hingga Rp 3,46 M

Daerah

Pemkot Serang Bakal Tukar Guling Tanah dengan PT BKKS

Daerah

Gandeng Komunitas Pehobi Burung, Pemuda Mahasiswa Ganjar Bangun Fasilitas Merpati Kolong di Tangerang

Daerah

Pemkot Serang Akan Sulap Pasar Kepandean Jadi Pasar Tematik