BagusNews.Co – Bencana kekeringan dampak El Nino semakin meluas di Kota Serang, dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang, tiga kecamatan diantaranya yang paling terdampak kekeringan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Becana (BPBD) Kota Serang, tiga kecamatan yang mengalami bencana kekeringan yaitu Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Walantaka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana (BPBD) Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, dari tiga kecamatan yang dilanda kekeringan, Kecamatan Kasemen merupakan daerah yang paling parah, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Di Kecamatan Taktakan yang terdampak hanya satu Kelurahan, di Kecamatan Walantaka juga satu Kelurahan. Tapi di Kecamatan Kasemen hampir semua kelurahan dilanda kekeringan,” kata Diat kepada BagusNews.Co, saat mendistribusikan air bersih di kampung Cikedung, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Selasa 29 Agustus 2023.
Diat menyebutkan, wilayah bencana kekeringan terjadi di Lingkungan Ambon RT 10, 20, dan 25, RW 007, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen; Lingkungan Sukawali RT 3, 4/4, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang; Lingkungan Babadan RT 6, RW 2, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen.
Selanjutnya, Lingkungan Ambon RT 10, RT 20, RT 25, RW 07, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen; Lingkungan Bendung RT 4, RT 5, RW 2, Lingkungan Bendung, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen; Lingkungan Lamaran RT 5, RW 2, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen.
Kemudian juga di Lingkungan Kecacang RT 1, RT 2, RW 5, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen; Lingkungan Cilowong Gardu RT 1, RW 1, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan; Lingkungan Cilowong Legok, RT 2, RW 1, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan; dan di Lingkungan Perumahan Persada Blok D dan Blok H RT 6, RW 7, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka.
“Memang tadinya masyarakat sini mengandalkan air bersih dari sumurnya masing-masing, namun setelah sumurnya kering, mereka tidak bisa lagi mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih yang di pakai sehari-hari, lanjut Diat, masyarakat terpaksa harus membeli air galon.
“Jadi kalau air bersih itu buat masak nasi sama minum. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya seperti mencuci pakaian dan lain sebagainya mereka ke kali,” bebernya.
Masih dikatakan Diat, selain mendistribusikan bantuan air bersih, BPBD telah melakukan kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC-3) dalam mengatasi dampak El Mino tersebut.
“Karena mereka juga ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Kota Serang, yang tengah terdampak dari El Nino ini,” ucapnya.
Diat berharap, Pemprov Banten bisa memberikan bantuan kepada Pemkot Serang dalam mengatasi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah dan Kota Serang.
“Kami telah menyampaikan ke BPBD Provinsi Banten agar dibantu oleh pemprov dalam hal air bersih,” pungkasnya.
Sebelumnya, Camat Kasemen Kristiyanto mengungkapkan, wilayah yang paling terdampak musim kemarau itu berada di Kampung Ambon dan Masjid Priyayi. Namun semua kampung kini mulai mengalami kelangkaan air bersihm
“Sebenarnya kalau kekeringannya tidak berkepanjangan, masyarakat juga masih bisa nyari air bersih ke sumur,” katanya.
Kristiyanto menjelaskan, selama kemarau sebagian sumur-sumur yang berada di Kecamatan Kasemen tersebut, memang mengalami kekeringan. Sehingga kebutuhan masyarakat untuk air konsumsi menjadi terbatas.
“Ada sumur warga yang masih berfungsi, tapi tidak bisa mencukupi,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan Kristiyanto, selain dampak El Nino, kesulitan warga mendapatkan air bersih juga karena kondisi kondisi air tanah di Kecamatan Kasemen yang payau dan masih banyak wilayah yang belum teraliri air PDAM.
“Kalau bikin Sumur disini tanpa dikasih garam juga rasanya asin, karena disini dekat laut tidak sampai satu kilo meter,” bebernya. (Red/Misbah)







