BagusNews.Co – Diduga akibat kelelah saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang mencatat sebanyak 13 orang yang sakit di rawat, 35 orang sakit tidak di rawat dan satu orang petugas keamanan linmas meninggal dunia.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang Ade Jahran mengatakan, dari jumlah tersebut merupakan petugas KPPS dan petugas keamanan Linmas TPS.
“Alhamdulilah semuanya sudah tertangani, dan memang semuanya hampir sama kasusnya kelelahan saat bertugas,” katanya, Rabu, 28 Februari 2024.
“Kalau yang sakit tidak di rawat itu seperti sakit kepala, sakit perut. Sedangkan sakit yang di rawat itu, seperti Maag, dan terkena DBD,” sambungnya.
Ade menjelaskan, ada beberapa faktor yang melatar belakangi petugas KPPS dan keamanan TPS yang mengalami sakit. Diantaranya penyakit bawaan dan juga akibat kelelahan saat bertugas.
“Sebetulnya dari awal kami sudah mengingatkan kepada para petugas pemungutan suara maupun petugas Linmas untuk tetap menjaga kesehatan. Karena pada saat penerimaannya pun waktu itu ada batasan-batasan tertentu, mulai dari usia, dan riwayat penyakit,” bebernya.
Sedangkan petugas yang meninggal dunia, lanjut Ade, KPU Kota Serang telah memberikan bantuan satunan sebesar Rp 45 juta, kemudian sakit berat Rp16 juta.
“Kalau yang sakit ringan kita perhatikan juga, untuk bantuan ini tidak hanya KPU saja yang memberikan, melainkan pemerintah Kota Serang juga ada bentuk perhatiannya memberikan santunan,” jelasnya.
Menurut Ade, kasus petugas pemilu yang meninggal dunia dan yang sakit, pada pemilu 2024 di Kota Serang relatif menurun, jika di bandingkan dengan pemilu 2019.
“Kalau yang sekarang sedikit menurun, meskipun yang sakit ringan itu agak lumayan, namun tidak di rawat,” ucapnya.
Terkahir, Ade menyampaikan terimakasih kepada para petugas KPPS dan keamanan TPS yang sudah berjibaku menyukseskan Pemilu 2024.
“Mudahan-mudahan santunan yang diberikan bisa bermanfaat meskipun tidak sebanding dengan perjuangan dan pengabdian mereka untuk mensukseskan pemilu. Sampe begadang dan sampe sakit bahkan sampai ada yang meninggal dunia,” pungkasnya.(Res/Misbah)







