BagusNews.Co – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Serang bergegas melakukan persiapan guna mengantisipasi terjadinya kemacetan di Kota Serang selaku ibukota Provinsi Banten.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, Ikbal mengaku pihaknya sudah memetakan beberapa titik yang mungkin akan terjadi kepadatan pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
“Pada saat Natal kita mengantisipasi juga kemacetan atau kepadatan itu ada tiga gereja, satu di Jalan Diponegoro ada juga di dekat Ramayana juga di dekat Korem,” kata Ikbal, Jumat, 20 Desember 2024.
Masih kata Ikbal, selain saat perayaan Natal, pihaknya juga sudah memetakan titik yang mungkin akan terjadi kepadatan di malam pergantian Tahun dan H+1 Tahun Baru.
“Lalu juga terkait antisipasi kemacetan untuk tahun barunya pas juga h+1 dan selanjutnya itu adalah tempat-tempat wisata, ada yang di alun-alun, pantai Gope, Kasemen termasuk juga di MBS,” tuturnya.
Selanjutnya, Ikbal pun mengungkapkan sudah melakukan koordinasi dengan beberapa stekhoder terkait dan akan menerjunkan 40 anggotanya untuk menyiapkan pos-pos jaga demi mengurai kemacetan bila mana terjadi.
“Pos yang sudah kita siapkan bahkan itu semua itu ada akan kita operasionalkan mulai tanggal 21 Desember menyesuaikan jadwal dari temen-temen Polresta Serang Kota, lalu juga anggota kita akan turunkan itu adalah 40, 10-nya itu dari koordinator yang 30 tim,” ungkap Ikbal.
Lanjut Ikbal, setidaknya sudah ada 4 pos jaga yang sudah disiapkan yang tersebar disetiap penjuru kota Serang.
“Itu ada pos yang di Taktakan, pos alun-alun ada juga Pos Kemang pos mobile termasuk juga Kasemen,” kata Ikbal.
Ikbal mengatakan pos jaga yang akan dioperasikan ditanggal 21 merupakan pos bersama yang didalamnya tidak hanya ada dishub, melainkan juga ada beberapa instansi yang lain.
“Kalo pos kan kita terintegrasi ya dengan ada dari unsur kepolisian ada dari dinas perhubungan ada dari kesehatan bahkan PMI juga ada termasuk juga dari Satpol PP juga ada,” jelasnya.
Terkait rekayasa lalu lintas, Ikbal mengaku pihaknya tidak menyiapkan rekayasa lalu lintas tapi akan tetap mewaspadai akan adanya Kepadatan dititik-titik tertentu.
“Yang pasti rekayasa itu sifatnya situasional bila ada kemacetan dishub kota dan provinsi pasti melakukan rekayasa, jadi selama tidak ada resistensi yang luar biasa itu bisanya masih menggunakan pola yang dianggap normal, tapi kalo terjadi kemacetan yang luar biasa itu akan dilakukan,” pungkasnya. (Red/Lathif)







