BagusNews.Co- Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten hadir dalam sosialisasi pencegahan perundungan di SMK Al Had Nusantara, Taktakan, Kota Serang yang digagas Kelompok 45 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya (Unsera).
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya bullying ini dihadiri oleh para siswa, guru, dan perwakilan dari berbagai lembaga terkait, Senin, 20 Mei 2024
Dalam sosialisasi tersebut, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan memaparkan berbagai penyebab kekerasan dan bullying di kalangan anak-anak.
Menurutnya, salah satu faktor utama adalah pola asuh dan luka pengasuhan yang dialami anak-anak di dalam keluarga.
“Luka yang terus mereka terima dalam bentuk kekerasan yang dilakukan oleh keluarga sering kali mereka tumpahkan di lingkungan bermain atau sekolah, salah satunya dalam bentuk kekerasan terhadap teman sebaya atau adik kelasnya,” ujar Hendry.
Ia menambahkan bahwa pemahaman yang salah mengenai kekerasan ini harus segera diatasi melalui pendekatan edukatif.
Selain itu, Hendry juga menekankan bahwa dampak dari lingkungan dan media sosial menjadi faktor penting, yang menyebabkan anak-anak menganggap bahwa kekerasan adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah.
“Ini menjadi PR bagi kita semua untuk memperbaikinya,” bebernya.
Masih dikatakan Hendry, anak-anak yang terpapar konten kekerasan di media sosial cenderung meniru perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Hendry yang juga merupakan dosen Unsera ini, menekankan bahwa kekerasan di sekolah dapat dikurangi dengan melibatkan siswa-siswi sebagai pelopor dan pelapor.
“Sebagai pelopor, mereka diharapkan untuk menyosialisasikan bahaya kekerasan dan berada di garis depan dalam upaya pencegahan. Sebagai pelapor, mereka diharapkan untuk segera melaporkan jika melihat, mendengar, atau mengetahui adanya kekerasan kepada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah,” jelas Hendry.
Ia menyebutkan bahwa ini adalah salah satu implementasi dari Permendikbud 46 tahun 2023, yang mendorong partisipasi aktif guru, orang tua, siswa, dan seluruh sivitas akademika dalam mencegah kekerasan secara bersama-sama.
Sementara itu, Sumiati, Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Unsera sekaligus Pembimbing KKM Kelompok 45 di daerah Taktakan ini mengungkapkan pentingnya sosialisasi anti bullying di sekolah.
“Termasuk melibatkan mahasiswa dalam sosialisasi bahaya kekerasan terhadap anak sangat penting, untuk menyadarkan berbagai pihak akan dampak buruk kekerasan bagi masa depan anak,” kata Sumiati.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung program-program pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kesadaran dan partisipasi aktif dari siswa sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bahaya bullying, tetapi juga termotivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing,” tambahnya.
Usai sosialisasi, Ketua Kelompok 45 KKM Unsera, Bagus Setia Darmawan mengatakan, tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja akan dampak negatif bullying dan narkoba.
“Kami ingin memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik kepada remaja tentang bahaya narkoba dan bullying, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan menghindari terlibat dalam perilaku tersebut,” ujarnya.
Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini, tambah Bagus, menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan serta narkoba. Diharapkan,
“Kami berharap sosialisasi seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi bullying dan narkoba demi masa depan anak-anak yang lebih baik,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir juga pihak kepolisian yang menyosialisasikan bahaya narkoba di kalangan anak-anak serta cara pencegahannya. (Red/Dede)







