BagusNews.Co — Kantor Akuntan Publik (KAP) Tri Bowo Yulianti telah mengeluarkan hasil audit lima Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Unit Pengelola Keuangan (UPK) Lembaga Keuangan Desa (LKD) di Kabupaten Serang.
Kelimanya, yaitu BUMDesma UPK LKD Ciruas, Ciomas, Padarincang, Bojonegara, dan BUMDesma UPK LKD Mancak.
Empat di antaranya berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP), sedangkan satu BUMDesma meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP).
Demikian terungkap saat penyerahan hasil audit KAP Tri Bowo Yulianti atas lima BUMDesma di Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati pada Selasa, 11 Juni 2024.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar usai menyerahkan hasil audit tersebut mengatakan, dari lima BUMDesma di Kabupaten Serang ada empat yang berhasil mendapat WTP dan satu WDP.
Lebih lanjut, ia mengatakan, selain di Kabupaten Serang ada juga BUMDesma yang diaudit, yakni BUMDesma di Kabupaten Bojonegara, Pasuruan dan Kabupaten Malang di mana ketiganya meraih WTP.
”Saya datang ke sini tujuan utamanya adalah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Serang terutama Ibu bupati yang telah berhasil mengonsolidasi BUMDesma LKD,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menyebutkan, BUMDesma UPK LKD merupakan transformasi dari UPK Eks PNPM Mandiri Pedesaan yang berjalan sampai Tahun 2014. Namun, tidak mempunyai badan hukum atau payung hukum yang jelas. Namun ketika memiliki payung hukum yang pasti setelah keluarnya undang-undang Omnibus Low di mana dinyatakan bahwa BUMDesma adalah badan hukum.
”Setelah itu lah kita terus memvalidasi sampai pada tahapan audit oleh akuntan publik, nah kata kuncinya di sini,” katanya.
Ia bersyukur karena di Kabupaten Serang dari 27 BUMDesma UPK LKD, lima di antaranya sudah diaudit KAP dan ada empat BUMDesma yang meraih opini WTP dan satu WDP.
”Ini sangat luar biasa. Kabupaten Serang paling berhasil se Indonesia bukan hanya se-Pulau Jawa. Mengapa, karena di Jawa Timur sudah ada yang audit, tetapi 1 kabupaten cuma 1 BUMDesma. Jadi, se-Jawa Timur itu baru tiga kabupaten, itu Bojonegoro, Pasuruan dan Malang,” ucapnya.
Sementara di Kabupaten Serang terdapat 5 BUMDesma di 1 kabupaten, karena itulah Abdul Halim berkeinginan datang dan menyerahkan langsung hasil audit KAP untuk memberikan apresiasi kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Serang dan para Direktur BUMDesma. Dia berharap percepatan dan kecepatan juga terus dilakukan.
“Kami dari Kementerian Desa berharap (di Kabupaten Serang) lahirnya bank desa yang merupakan sebuah usaha perbankan dilakukan atas kerja sama antar hum desa bersama LKD atau lembaga keuangan desa. Hum desa khusus menangani lembaga keuangan desa, kalau nanti hum desa se Kabupaten Serang ini melakukan audit mereka berhak untuk mendapatkan kredit,” tandasnya.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri dan jajaran Kementerian PDTT beserta Dirjen.
“Ini jawaban penantian kami para pengurus UPK Eks PNPM dengan jajaran Pemda Serang yang pada 2014 UPK BUMDesma tidak dilanjutkan programnya,” ujarnya.
Tatu mengatakan, adapun beberapa tahapan yang dilakukan dalam rangka menuju audit eksternal BUMDesma LKD oleh KAP yang telah dilakukan dengan melakukan pelatihan laporan keuangan, dengan pembiayaan secara mandiri masing-masing BUMDesma.
“Sedangkan untuk narasumber kami mengundang dari Tim PK Stan pada Maret 2023,” katanya.
Terkait harapan Mendes PDTT cikal bakal akan terbentuk bank desa, Tatu meyakini jika saat ini BUMDesma berbadan hukum sehingga semua bisa mengakses secara bantuan keuangannya.
“Insya Allah ini akan makin menjadi besar dan menjadi sandaran usaha-usaha mikro yang ada di Kabupaten Serang. terima kasih Pak Menteri Bu Dirjen dan jajaran kemendes mohon terus dukungannya dan arahan pak menteri kepada kami,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Sekretaris Daerah (Sekda) Nanang Supriatna, Inspektur Rudi Suhartanto dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Suharyadi. (Red/Dwi)







