BagusNews.Co – Jumlah kasus stunting di Kecamatan Taktakan menurun dari angka sebelumnya 68 kasus stunting, kini menjadi 28 kasus.
Kepala Puskesmas Kecamatan Taktakan Yana Sutiayana mengatakan bahwa, penurunan kasus stunting tersebut setelah adanya intervensi penangan yang telah dilakukan oleh pihak.
Pertama adanya validasi data, kedua adanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan yang ketiga edukasi keluarga beresiko stunting.
“Alhamdulillah setelah di intervensi jumlanya jadi menurun. Apa lagi tadi kata pak Pj Walikota, bahwa memang makanan gizi tambahan itu sangat penting, sehingga dapat mempengaruhi terhadap kesehatan anak-anak maupun ibu hamil,” katanya, Rabu, 26 Juni 2024.
Menurutnya, penyebab terjadinya stunting sangatlah begitu kompleks, mulai dari usia kehamilan yang kurang mengkonsumsi makanan bergizi, faktor ekonomi dan faktor lingkungan.
“Jadi memang sangat kompleks. Misalnya dari air kurang bersih biasanya menyebabkan salah satu penyakitnya diare pada ibu hamil, dan tadi itu kurangnya makanan bergizi,” ujarnya.
Meski begitu, Yana masih optimis untuk terus melakukan intervensi terhadap penanganan stunting diwilayahnya sampai nol.
“Insya Allah untuk penanganan kita akan berusaha ikhtiar mudah-mudahan apa yang kita laksanakan seperti edukasi, PMT dan lain sebagai mudah-mudahan tahun ini sampai nol atau zero lah,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Ahli Gizi Kecamatan Taktakan Dewi mengungkapkan, Kelurahan yang paling banyak kasus stunting di Kecamatan Taktakan perhari ini yaitu Kelurahan Cilowong dimana ada tujuh belita yang terkena stunting.
“Mungkin yang paling banyak di Cilowong, tapi meskipun banyak kami akan terus berusaha untuk melakukan intervensi terhadap penanganan stunting di wilayah Taktakan,” katanya.(Red/Misbah)






