Home / Daerah / Pendidikan

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:24 WIB

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SDS YPWKS IV Cilegon Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

SDS YPWKS IV Kota Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan | Dok. Istimewa

SDS YPWKS IV Kota Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Sekolah Dasar Swasta (SDS) YPWKS IV Kota Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan menyiapkan tenaga pengajar yang berkompeten untuk melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Menjelang tahun ajaran baru 2024/2025, SDS YPWKS IV Cilegon menggelar in house training tentang implementasi Kurikulum Merdeka berbasis data, pada Kamis 11 Juli 2024.

Kepala SDS YPWKS IV Cilegon, Tubagus Mauludin, mengatakan, pelatihan ini telah memasuki hari kedua dan diikuti oleh sejumlah guru bidang studi serta guru kelas.

“Ini sudah menjadi program sekolah, harapannya nanti dapat memperbaiki rapor mutu. Semula banyak kekurangan, tapi sekarang berkat kerjasama dengan BPMP dan terus melatih kompetensi maka rapor mutu menjadi lebih bagus, hijau semuanya,” kata Mauludin.

Senada, Lela Foni Sulistiowati, selaku Widia Prada dari BPMP Provinsi Banten, menyampaikan momen in house training ini sangat penting untuk menyamakan pemahaman di antara para guru. Dengan demikian, seluruh sekolah dapat memiliki pola pemikiran yang sama dan membentuk tim yang solid untuk melaksanakan P5.

Baca Juga :  KPU Kota Cilegon Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2024

“Dengan seringnya pembaruan panduan pembelajaran dan asesmen, serta panduan P5, guru dan siswa harus terus beradaptasi dan mencari informasi terkini untuk kesuksesan implementasi kurikulum merdeka,” ungkapnya.

Lela melanjutkan, pentingnya P5 dalam upaya memperkuat karakter dan keterampilan siswa seringkali disalahpahami.

“Selama ini, banyak terjadi miskonsepsi mengenai pelaksanaan P5. Oleh karena itu, penekanan perlu diberikan bahwa capaian akhir dari P5 adalah dimensi profil pelajar Pancasila itu sendiri,” bebernya.

Masih dikatakan Lela, proyek ini bertujuan mengembangkan kemampuan siswa seperti bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan dimensi lainnya yang relevan dengan proyek yang diambil.

Baca Juga :  Pemprov Banten Gelontorkan Insentif bagi Belasan Ribu Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMA, SMK, dan SKh Swasta

“Untuk jenjang SD, disarankan melaksanakan minimal dua hingga tiga tema proyek per tahun. Meskipun tidak ada batasan maksimal, dua hingga tiga proyek dianggap ideal untuk memastikan fokus dan pencapaian optimal,” ungkapnya.

Salah satu guru kelas, Ismi Rizqi Kamila mengungkapkan kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru.

“Hampir semua level menerapkan Kurikulum Merdeka. Untuk menyusun modul P5, dengan adanya pelatihan ini kita mengetahui apa saja yang disiapkan, seperti modul rapat akhir tahun. Banyak sekali ilmu yang didapatkan. Menentukan tema dan dimensi harus disesuaikan dengan kondisi sekolah karena proyek ini untuk jangka panjang. Biasanya penyesuaian tema dengan kondisi di sekolah merupakan kesulitan yang sering dihadapi,” ujar Ismi. (Red/Ris)

Share :

Baca Juga

Daerah

Wisatawan Pandeglang Lari ke Bukit Waruwangi, Takut Keramaian

Daerah

Program Bang Andra Selesaikan Jalan Surianeun–Pasirgadung, Bronjong Terdampak Luapan Sungai

Daerah

Tekan Angka Kematian Akibat Penyakit Tidak Menular, Dinkes Banten Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Daerah

Ini 100 Nama Anggota DPRD Provinsi Banten Masa Jabatan 2024-2029

Daerah

BEM Nusantara Kawal Penataan Wilayah Pertambangan Rakyat: Dorong Transparansi ESDM dan Percepat Kepastian Legal

Daerah

Alami Penurunan, Inflasi Provinsi Banten Juni 2024 di Angka 2,49 Persen

Daerah

Pemkab Serang Lakukan Pembinaan Ormas

Daerah

Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Serang Dinilai Sinergis dan Memuaskan