BagusNews.Co- Pembangunan jalan di Kabupaten Lebak kini membutuhkan komitmen, intervensi, dan kepedulian banyak pihak agar infrastruktur jalan bisa dinikmati hingga warga desa di pelosok perkampungan.
Karena itu, Sanuji-Fajar komitmen untuk membangun sinergi dengan Pemprov Banten dan pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan jalan desa, kampung dan lingkungan demi mewujudkan Kabupaten Lebak Bersinar.
“Saya dan Kang Fajar akan fokus pada sinergi Pemkab Lebak dengan Pemprov Banten dan pemerintah pusat, agar program pembangunan jalan dan infrastruktur yang tidak terkover oleh anggaran APBD Kabupaten Lebak bisa dianggaraknan melalui Badan Keuangan Daerah Provinsi dan Pusat,” kata Sanuji Pentamarta kepada wartawan akhir pekan ini.
Menurut Sanuji, jalan merupakan infrastruktur utama dalam pembangunan. Tanpa jalan yang baik, mustahil pembangunan berjalan dengan maksimal.
“Jalan juga adalah hak warga yang harus diperhatikan pemerintah, baik desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat, Sanuji-Fajar berkomitmen membangun jalan-jalan kabupaten, dan mengarahkan pembangunan jalan desa, kampung atau lingkungan dengan intervensi dana desa dari Pusat dan Provinsi,” tutur Sanuji.
Politikus senior PKS ini menambahkan, kondisi jalan-jalan di Kabupaten Lebak menjadi salah satu tantangan yang besar bagi pemimpin Lebak ke depan. Tidak bisa hanya dengan komitmen dan lobi semata. Namun, perlu kemauan politik yang kuat dan dukungan dari warga dan masyarakat Lebak untuk mendukung program perbaikan dan pembangunan jalan yang di lingkungan masing-masing.
“Ini perlu sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Lebak dengan Provinsi juga Pemerintah Pusat, agar semua program pembangunan jalan bisa lakukan dengan perencanaan yang baik, agar masyarakat dapat menikmati jalan-jalan yang berkualitas hingga ke pelosok kampung,” urainya.
Berdasarkan data Dinas PUPR Lebak total Kabupaten Lebak memiliki jalan dengan panjang 794 kilometer itu sekitar 60-70 persen dalam kondisi mantap. Namun, masih terdapat sekitar 200 kilometer yang mengalami kerusakan yang kondisinya beragam seperti rusak ringan, sedang, hingga berat.
“Dengan nilai APBD yang hanya sebesar Rp3 triliun lebih, tentu tidak inline dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Lebak, khususnya infrastrktur seperti jalan desa dan kampung, perlu adanya sinergi yang kuat dengan Pemerintah propinsi dan Pusat untuk bersama-sama membangun jalan desa dan kampung secara lebih merata untuk Kabupaten Lebak bersinar,” pungkas Sanuji. (Red/Misbah)







