BagusNews.Co – Pelantikan 100 anggota DPRD Banten periode 2024-2029 diwarnai aksi unjukrasa mahasiswa. Dalam aksinya, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mengingatkan anggota DPRD Banten yang baru dilantik merupakan wakil rakyat bukan wakil penguasa.
“DPRD Banten adalah rumah rakyat, isinya 100 dewan perwakilan bukan dewan persekongkolan,” kata Ketua GMNI Cabang Serang Dadang S dalam orasinya, saat melakukan unjukrasa di depan gerbang utama Gedung DPRD Banten, Senin, 2 September 2024.
Ia melanjutkan, 100 anggota DPRD Banten yang sebelum dilantik adalah orang-orang terpilih pada Pemilu 2024, harus mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompoknya.
“Kalau tidak bersedia mengabdi kepada rakyat, lebih baik mundur hari ini juga,” tegas Dadang.
Berdasarkan kajian GMNI, lanjut Dadang, anggota DPRD Banten periode 2024-2029 merupakan anggota wakil rakyat tebanyak yakni mencapai 100 orang, Sementara periode-periode sebelumnya hanya 85 orang.
“Dengan bertambahnya kursi DPRD Banten menjadi 100, harusnya permasalahan di Banten mulai pendidikan, kesehatan hingga kemiskinan dan pengangguran dapat diselesaikan oleh pemerintahan daerah,” desaknya.
Pantauan BagusNews.Co, aksi puluhan aktivis GMNI mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Bahkan massa GMNI sempat melakukan aksi bakar ban bekas menuntut perwakilan anggota DPRD Banten yang baru dilantik menemui massa aksi.
Usai ditemui perwakilan anggota DPRD Banten yang baru, puluhan aktivis GMNI Serang akhirnya bersedia membubarkan diri.
“Bila 100 hari ke depan, DPRD Banten tidak memperjuangkan aspirasi rakyat Banten, kami akan turun lagi ke jalan dengan mengajak masyarakat untuk menagih janji para wakil rakyat saat kampanye,” ancam Dadang sebelum memimpin anggota GMNI kembali ke kampus. (Red/Dede)







