Home / Politik

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 08:47 WIB

Bawaslu Kabupaten Serang Tangani 2 dari 11 Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye

BagusNews.Co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Serang telah menerima sebanyak 11 laporan dugaan tindak pidana pelanggaran di posko pelaporan, data tersebut hingga 4 Oktober 2024, lalu.

Demikian diungkapkan Abdul Holid, Koordinator Divisi Penanganan Peelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Serang, ditulis Sabtu 5 Oktober 2024.

“Dari ke-11 laporan yang masuk, dua laporan sudah kami register dengan nomor 001 dan 002. Bawaslu hingga saat ini masih melakukan klarifikasi berupa pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Untuk laporan dengan register 001, pelapor, saksi, dan terlapor sudah kita minta klarifikasi,” ujarnya.

Sementara, lanjut Holid, laporan register dengan nomor 002 masih dalam proses klarifikasi. Setelah proses klarifikasi selesai kemudian akan diperiksa oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi di Puloampel dan Bojonegara, Zakiyah-Najib Boyong Pasha Ungu

“Untuk waktu penanganan pelanggarannya itu, 3+2 dari semenjak laporan itu diregister atau maksimal lima hari,” sambungnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Serang akan melakukan pengawasan dengan maksimal termasuk dalam hal penanganan laporan dugaan pelanggaran Pilkada Serentak 2024.

Berdasarkan Pantauan BagusNews.Co di posko pelaporan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Serang, Jumat, 4 Oktober 2024, ada sekira dua laporan warga terkait dugaan tindak pidana pelanggaran.

Salah satunya laporan bernomor 012/PL/PB/Kab/11.07/X/2024, yang memuat pengaduan warga terkait adanya dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh salah satu pasangan calon Bupati Serang.

“Yang kita laporkan adalah berkaitan dengan dugaan menjanjikan untuk mempengaruhi pemilih memilih calon tertentu,” ujar Sandi Suroso, anggota Tim Advokasi Masyarakat Pendukung (Tampung) Demokrasi, Jumat, 4 Oktober 2024.

Baca Juga :  Viral Budi-Agis Temui Sejumlah Kepala OPD, Bawaslu Kota Serang: Belum Terima Laporan

Lebih lanjut, Sandi mengatakan, informasi ia dugaan tersebut baru ia ketahui pada, Kamis, 3 Oktober 2024 melalui pemberitaan di media online.

“Dugaan pelanggaran yang kami laporkan bahwa dalam beberapa informasi yang kami baca dari berita online terdapat foto tentang nota kesepakatan dengan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Serang,” sambungnya.

Menurutnya, kegiatan membuat atau menandatangani nota kesepakatan tersebut diduga telah melanggar aturan dalam kontestasi Pilkada 2024.

“Diduga telah melanggar ketentuan Pasal 66 Ayat 2 huruf C PKPU Nomor 13 Tahun 2024 tentang larangan melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung untuk memengaruhi memilih calon tertentu,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dampak Sengketa Pilkada di MK, Pelantikan 3 Kepala Daerah di Banten Tertunda 

Daerah

Al Mukatabar Ingatkan Pentingnya Menjaga Perdamaian di Pilkada Banten

Daerah

Koalisi Masih Solid, PAN Optimistis Ratu Zakiyah Kembali Raih Kemenangan di PSU Pilkada Kabupaten Serang

Politik

Butuh Sosok Pemimpin Berpengalaman, Relawan Urang Banten Dukung Airin-Ade Sumardi

Daerah

Imbas Pemindahan Lokasi TPS, Ratusan Warga Pulau Sangiang Ancam Golput Saat Pemilu

Politik

Kenang Pertempuran Bersejarah 10 November, Andra Soni Sampaikan Peran Seorang Gubernur

Politik

Demokrat Banten Siapkan Strategi Jitu Menangkan Andra-Dimyati di Pilgub

Politik

Serap Aspirasi Warga Pesisir, Andra Soni Kunjungi Kampung Nelayan Ketapang