BagusNews.Co – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang Hasan Basri mengungkapkan, bahwa kerjasama politik dengan mantan pasangan Ajekendor Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Subadri Ushuludin sudah berakhir pada 5 Desember 2023.
Kini PKS Kota Serang bakal kaji kembali mengenai sosok bakal calon Walikota Serang yang nantinya akan didukung dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang pada November 2024 mendatang.
“Saya kira kerjsama PKS dengan Ajakendor sudah beres dengan berakhir nya masa jabatan Walikota Serang Syafrudin dan Subadri Ushuludin. Nah sekarang kita harus mengkaji kembali siap sih tokoh-tokoh yang pas yang bakal kita dukung nantinya,” ujar Hasan Basri, Jum’at, 5 April 2024.
Hasan mengatakan, meskipun pasangan Syafrudin dan Subadri Ushuludin pernah menjadi bagian dari koalisi yang pernah di dukung oleh partai nya pada Pilkada 2018. Akan tetapi, PKS menilai bahwa kepemimpinan Syafrudin dan Subadri masih meninggalkan raport di Kota Serang.
“Raport itu bisa kita liat, tinggal nantinya tokoh-tokoh baru akan kita kaji, siap yang kira-kira lebih baik dan bisa memperbaiki raport yang ada di Kota Serang ini,” katanya.
Hasan mengaku, dalam menentukan sikap secara partai terkait kepentingan Pilkada Kota Serang, PKS Kota Serang masih akan membuka peluang komunikasi dengan partai mana pun. Sebab, PKS Kota Serang masih terbuka menjalin komunikasi ataupun kerjasama politik.
“Jadi kita kami masih menyerap informasi dari setiap masing-masing partai politik maupun bakal calon yang muncul, karena perintah DPW untuk dapat komunikasi dengan sebanyak-banyaknya partai. Sehingga dengan partai mana kami akan bekerjasama,” ucapnya.
Hasan menuturkan, meskipun nama dirinya sudah diusulkan di internal partai untuk maju di Pilkada Kota Serang, namun Hasan mengaku akan melakukan kajian terlebih dahulu mengnai sosok yang nantinya akan maju menjadi bakal calon Walikota maupun Wakil Walikota.
“Apakah nanti PKS menyiapkan kadernya mislanya menjadi Wakil Walikota atau justru sebaliknya PKS mengusulkan kadernya untuk menjadi Walikotanya. Nah ini nanti banyak kajiannya juga, selain daya terima dari partai-partai maupun daya terima dari masyarakat juga,” bebernya.
“Waktu itu saya pernah cek ombak ke masyarakat mengansi usulan tersebut, tinggal di kembalikan lagi keputusan nya ke DPP maupun DPW,” pungkas Hasan Basri.(Red/Misbah)







