Home / Politik

Jumat, 22 November 2024 - 19:41 WIB

Hariz Azhar: Mendes Yandri Bikin Malu Kabinet Prabowo

BagusNews.Co – Pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar, mengkritik Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Dalam pernyataannya, Haris minta Yandri menunjukkan etika kepemimpinan yang baik, menghentikan tindakan diskriminatif, dan tidak merusak kepercayaan publik terhadap kabinet Presiden Prabowo Subianto.

“Jangan buat malu kabinet Prabowo. Tunjukkan bahwa Anda layak menjadi menteri. Bukan menggunakan jabatan untuk mendukung kepentingan politik tertentu,” ujar Haris Azhar di Hotel Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang, Jumat 22 November 2024.

Haris menyoroti tindakan Yandri yang diduga memanfaatkan jabatan dan fasilitas kementerian untuk mendukung pencalonan istrinya, Ratu Zakiyah, sebagai Bupati Kabupaten Serang. Ia menyebut tindakan tersebut melanggar prinsip demokrasi dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap netralitas pejabat negara.

“Kami punya cukup bukti, saksi, dan jejak yang menguatkan dugaan ini. Kami minta hentikan persuasi diskriminatif kepada kelompok tertentu. Biarkan masyarakat bebas menimbang dan memilih calon pemimpinnya tanpa intervensi,” tegas Haris.

Baca Juga :  Perkumpulan Warga Minang Dukung Airin-Ade di Pilkada Banten

Haris juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak membutuhkan arahan dari seorang menteri atau aparat penegak hukum untuk menentukan pilihan politik mereka.

“Jika seseorang sudah cukup umur dan memiliki hak pilih, kita harus percaya bahwa dia mampu berpikir dan memilih secara mandiri,” tambahnya.

Haris menyebutkan bahwa tindakan Yandri melibatkan penggunaan kop surat resmi Kemendes PDT untuk kegiatan pribadi, hingga terindikasi memobilisasi perangkat desa dalam berbagai forum. Meski Yandri dikabarkan telah meminta maaf atas penggunaan kop surat, Haris menilai itu belum cukup.

“Yang jadi masalah bukan hanya kop surat. Ada tindakan lebih ekstrem, seperti indikasi memobilisasi kepala desa dan penggunaan wewenang, hingga manipulasi sumber daya kementerian. Ini bukan sekadar masalah administrasi, ini soal moral dan etika,” bebernya.

Haris juga mempertanyakan sejauh mana Yandri memahami tugasnya sebagai menteri. “Ada banyak desa lain yang membutuhkan perhatian menteri. Jika Anda fokus pada politik lokal, bagaimana Anda bisa menjalankan tugas untuk desa-desa lain? Biarkan istri Anda (red-calbup) membuktikan dirinya sendiri tanpa terhalang oleh bayang-bayang jabatan Anda,” sindir Haris.

Baca Juga :  Terima Kunker Komisi II DPR RI, Al Muktabar Tegaskan Provinsi Banten Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Hariz juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh bawahannya. Ia menegaskan bahwa tindakan Yandri merusak integritas kabinet dan demokrasi.

“Kita perlu memberitahu Presiden Prabowo yang sedang keliling dunia soal masalah ini. Tapi kita harus pastikan bahwa istana tahu menterinya tidak sekadar minta maaf soal kop surat, tapi juga melakukan tindakan-tindakan yang lebih serius. Saya berharap dia marah ke saya, jadi kita akan buka-bukaan bukti,” tandasnya.

Haris menegaskan bahwa dirinya dan timnya akan terus memantau dan mengumpulkan bukti atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Yandri dan pihak-pihak terkait.

“Kami akan membawa kajian-kajian ini langsung ke istana. Kami tidak ingin hanya bicara, kami ingin ada tindakan nyata,” pungkas Haris Azhar. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

KPU Tetapkan Ratu Rachmatuzakiyah dan Najib Hamas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Serang Terpilih

Daerah

Ingin Membangun Daerahnya, Komarudin Maju Dalam Pileg 2024 Untuk DPRD Kabupaten Lebak

Daerah

Hari Ini KPU Banten Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2024

Daerah

Susun Strategi Pemenangan Ganjar-Mahfud, Rano Karno Kumpulkan Tim Pemenangan Daerah

Daerah

26 Bakal Calon Anggota DPD RI Telah Daftar ke KPU Banten

Politik

Kerjasama Politik PKS Kota Serang Bersama Pasangan Aje Kendor Telah Usai

Politik

Jaga Marwah Partai, PPP Banten Akan Tempuh Jalur Hukum

Daerah

Pj Walikota Serang Pindah Memilih dari Jakarta ke Kecamatan Serang