BagusNews.Co – Partisipasi pemilih dalam Pilkada Banten 2024 di Kota Serang tak capai target. Dari target 80 persen yang ditetapkan KPU Kota Serang, ternyata partisipasi pemilih yang menggunakan hak suaranya pada 27 November hanya di atas 70 persen.
Kordiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Serang, Ade Jahran, mengatakan penyebab tak terealisasinya target yang sudah ditetapkan diakibatkan karena hujan yang tak kunjung reda mengguyur Kota Serang.
“Sehingga memang kita prediksi bahwa masyarakat awalnya mau menyampaikan aspirasinya, mau ke TPS malah membatalkan ke TPS karena hujan itu,” kata Ade, Kamis, 5 Desember 2024.
Berdasarkan data KPU Kota Serang, jika rata-rata tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Serang di tiap kecamatan menyentuh angka 72,8 persen.
Masih dari data yang sama, Kecamatan Kasemen menempati urutan pertama sebagai penyumbang partisipasi tertinggi dalam Pilkada 2024 dengan presentase sebesar 77,28 persen dan sedangkan Kecamatan Taktakan menduduki posisi paling buncit dalam hal tingkat partisipasi yang hanya menyumbang 68,88 persen.
Lanjut Ade, jika tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya mengalami peningkat dari Pilkada sebelummya yang diakibatkan karena berbarengan dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Pertama tentu ada Pilgub sehingga memang bisa terdorong dalam artian mendorong masyarakat untuk memilih. Kalau kemarin di 2018 kan Pilkada Kota doang kalau sekarang ada pilgubnya,” katanya.
Masih kata Ade, faktor pendorong yang lain karena masyarakat Kota Serang hari ini sudah mau terbuka dengan issue-issue politik yang berkembang.
“Jadi tidak acuh lagi masyarakatnya, termasuk yang Gen Z sudah mulai melek politik,” tegasnya. (Red/Lathif)







