BagusNews.Co – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, didampingi Sekretaris Daerah Asep Rahmat, hadir dalam Launching dan Distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan-Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026. Acara berlangsung meriah di Gedung Pendopo Kabupaten Pandeglang, Selasa, 13 Januari 2025.
Dalam sambutannya, Wabup menekankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama optimalisasi PBB, sumber vital Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Keberhasilan ini bukan hanya tugas Bapenda, tapi butuh peran aktif camat, kepala desa, lurah, hingga RT/RW, dengan pengawasan Inspektorat dan dukungan Kejaksaan,” tegasnya.
Iing juga menambahkan, PBB jadi tulang punggung PAD Pandeglang. Gagal capai target, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN bakal terhambat.
Ia memerintahkan camat dan kepala desa inventarisir kendala lapangan—mulai dari wajib pajak hingga sistem penyetoran—dan laporkan secara transparan untuk solusi cepat, cegah penyimpangan, serta lindungi keuangan negara.
Wabup juga tekankan reward and punishment tegas, termasuk buru tunggakan dari pemilik objek pajak luar daerah.
“Jaga kejujuran dan integritas di setiap langkah,” ajaknya seluruh aparatur.
Kepala Bapenda Pandeglang, Ramadani, ungkap launching ini sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2023 sekaligus dorong PAD maksimal. Buku 1 SPPT disebar via desa/kelurahan, Buku 2 dikoordinasikan kecamatan. Target: distribusi selesai akhir Januari, bayar mulai Februari.
“Keuangan pusat-daerah lagi sulit. Optimalisasi PAD wajib, butuh komitmen semua pihak,” tandas Ramadani.
Bapenda beri penghargaan handphone dari Bank BJB untuk lima desa juara 100% pelunasan PBB: Sekong (Cimanuk), Pasirloa (Sindangresmi), Seusepan (Sukaresmi), Pasir Peuteuy (Cadasari), dan Medalsari (Saketi). Langkah ini harap pacu realisasi PBB 2026 optimal, dukung pembangunan dan kesejahteraan warga Pandeglang.(Red/Difeni)







