Home / Business

Minggu, 22 Desember 2024 - 10:19 WIB

Hari Ketiga Pencarian Bilal, Jasad Anak yang Hanyut di Sungai Ciujung Ditemukan

Komandan Tim Basarnas Banten Fery Krisna saat diwawancarai wartawan usai penemuan jasad Bilal, bocah enam tahun yang tenggelam di Sungai Ciujung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten I Dok.Dwi MY-BNC

Komandan Tim Basarnas Banten Fery Krisna saat diwawancarai wartawan usai penemuan jasad Bilal, bocah enam tahun yang tenggelam di Sungai Ciujung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten I Dok.Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Jasad Bilal, anal enam tahun yang tenggelam di Sungai Ciujung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

Komandan Tim Basarnas Banten Fery Krisna mengungkapkan bahwa jasad Bilal, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB.

“Anak atas nama Bilal telah ditemukan (dalam keadaan mengambang, red) di Jembatan Baru atau Jembatan Laban,” jelas Fery kepada wartawan, Minggu, 22 Desember 2024.

Fery menjelaskan lebih lanjut mengenai lokasi penemuan jasad Bilal,

“Jarak dari lokasi kejadian kurang lebih 8 kilometer hingga Bilal kita evakuasi.”

Keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari laporan yang diterima Tim Basarnas dari salah satu kontraktor proyek jembatan.

“Alhamdulillah tadi kita dapat laporan dari salah satu kontraktor proyek jembatan bahwa anggota pengerjaan proyek melihat korban lagi di tengah (sungai) posisinya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hari Kedua Pencarian Anak Tenggelam di Sungai Ciujung, Korban Belum Ditemukan

Proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Banten, TNI-Polri, BPBD Kabupaten Serang, Tagana Banten, serta warga sekitar berlangsung cepat.

“Proses evakuasi dari Jongjing enggak lama, kurang lebih 5-10 menit langsung kita evakuasi,” kata Fery, menegaskan profesionalisme dan kecepatan tim dalam menangani situasi yang sangat mendesak ini.

Ayah Bilal, Saripudin, warga Kampung Teras Bojong, Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, menceritakan bahwa putranya meminta uang untuk bermain sesaat sebelum kejadian tragis ini.

“Jadi setelah dia minta uang itu, saya enggak tahu ke mana arahnya karena kebiasaan dia tuh main di sekitar tempat tetangganya,” ungkap Saripudin, dengan nada penuh penyesalan.

Baca Juga :  Steak Kampus Hadir di Kota Serang, Berikan Harga Yang Bersahabat Bagi Mahasiswa

Setelah mengetahui bahwa Bilal telah hanyut, ia segera berlari menuju lokasi kejadian.

“Saya langsung lari mengejar anak itu. Karena yang dikhawatirkan saya itu dengan keadaan air seperti itu harus bagaimana lagi yang namanya umur di bawah 7 tahun,” ujarnya, menunjukkan kepanikan dan kecemasan yang mendalam.

Saripudin dan istrinya bergegas menuju lokasi di mana Bilal dilaporkan hilang, berharap untuk menemukan putranya dalam keadaan selamat.

Namun, harapan tersebut sirna ketika Tim Basarnas mengumumkan penemuan jasad Bilal.

Saripudin menegaskan, tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat aliran sungai yang berbahaya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Business

Wamendag Sidak Pasar Ciputat, Pantau Harga Pangan Jelang Lebaran

Business

Mendes Yandri Dorong Pengembangan Desa Kadugenep Melalui Sentra Kerajinan Tas

Business

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji, PLN Banten Temui Manajemen Angkasa Pura Bandara Soekarno-Hatta

Business

Datangi Kantor Bupati Serang, Warga Pulau Sangiang: Jangan Jual Tanah Ulayat

Business

Sambut Tahun Baru 2026, Bank bjb KCK Banten Sosialisasikan Program DPLK

Business

Puncak Mayday 2024 Kabupaten Serang, Tatu: Kunci Utama Adalah Komunikasi

Business

Kedai Kopi: Pilar Ekonomi Baru di Serang Kota

Business

Dukung Penutupan Tempat Hiburan Malam, Warga Kalodran: Bongkar Sekalian Pak!