BagusNews.Co – Jasad Bilal, anal enam tahun yang tenggelam di Sungai Ciujung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
Komandan Tim Basarnas Banten Fery Krisna mengungkapkan bahwa jasad Bilal, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB.
“Anak atas nama Bilal telah ditemukan (dalam keadaan mengambang, red) di Jembatan Baru atau Jembatan Laban,” jelas Fery kepada wartawan, Minggu, 22 Desember 2024.
Fery menjelaskan lebih lanjut mengenai lokasi penemuan jasad Bilal,
“Jarak dari lokasi kejadian kurang lebih 8 kilometer hingga Bilal kita evakuasi.”
Keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari laporan yang diterima Tim Basarnas dari salah satu kontraktor proyek jembatan.
“Alhamdulillah tadi kita dapat laporan dari salah satu kontraktor proyek jembatan bahwa anggota pengerjaan proyek melihat korban lagi di tengah (sungai) posisinya,” imbuhnya.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Banten, TNI-Polri, BPBD Kabupaten Serang, Tagana Banten, serta warga sekitar berlangsung cepat.
“Proses evakuasi dari Jongjing enggak lama, kurang lebih 5-10 menit langsung kita evakuasi,” kata Fery, menegaskan profesionalisme dan kecepatan tim dalam menangani situasi yang sangat mendesak ini.
Ayah Bilal, Saripudin, warga Kampung Teras Bojong, Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, menceritakan bahwa putranya meminta uang untuk bermain sesaat sebelum kejadian tragis ini.
“Jadi setelah dia minta uang itu, saya enggak tahu ke mana arahnya karena kebiasaan dia tuh main di sekitar tempat tetangganya,” ungkap Saripudin, dengan nada penuh penyesalan.
Setelah mengetahui bahwa Bilal telah hanyut, ia segera berlari menuju lokasi kejadian.
“Saya langsung lari mengejar anak itu. Karena yang dikhawatirkan saya itu dengan keadaan air seperti itu harus bagaimana lagi yang namanya umur di bawah 7 tahun,” ujarnya, menunjukkan kepanikan dan kecemasan yang mendalam.
Saripudin dan istrinya bergegas menuju lokasi di mana Bilal dilaporkan hilang, berharap untuk menemukan putranya dalam keadaan selamat.
Namun, harapan tersebut sirna ketika Tim Basarnas mengumumkan penemuan jasad Bilal.
Saripudin menegaskan, tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat aliran sungai yang berbahaya. (Red/Dwi)







