Home / Daerah

Rabu, 25 Juni 2025 - 18:38 WIB

Puluhan Hektare Sawah Terjangkit Penyakit Kresek, DKPP Kabupaten Serang Salurkan Agen Hayati

Kantor DKPP Kabupaten Serang l Dok. Dwi MY-BNC

Kantor DKPP Kabupaten Serang l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang, Banten, dilaporkan mengalami serangan penyakit kresek atau hawar daun bakteri pada musim tanam padi kedua tahun ini.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Oryzae, yang dikenal dapat menyerang tanaman padi sejak masa pembibitan hingga saat panen, sehingga berpotensi mengancam hasil panen petani setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengonfirmasi adanya temuan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi langsung ke lokasi dan mengambil langkah-langkah penanganan segera.

“Lahan yang terdampak berada di Desa Kadikaran. Kami sudah turun langsung ke lapangan dan menemukan beberapa titik yang terkena penyakit sundep dan kresek,” ujar Suhardjo saat ditemui wartawan, Rabu, 25 Juni 2025.

Baca Juga :  Pj Gubernur Al Muktabar : Pandemi Terkendali, Perekonomian Provinsi Banten Tumbuh

Suhardjo menambahkan bahwa kondisi tersebut masih dalam kendali dan tidak membahayakan secara luas. ” Penanganan telah dilakukan melalui pemberian agen hayati, insyaallah tidak membahayakan,” katanya.

Di sisi lain, Penyuluh Pertanian Wilayah Ciraus, Budi, menyebutkan bahwa pihaknya memperoleh laporan dari Bupati Serang melalui DKPP.

Segera setelah menerima laporan tersebut, tim penyuluh melakukan peninjauan ke sawah milik petani dan berkoordinasi dengan kelompok tani setempat.

“Kami langsung bergerak ke lokasi bersama tim dan berkoordinasi dengan kelompok tani. Kami juga sudah menyalurkan agen hayati untuk membantu pemulihan tanaman,” jelas Budi.

Baca Juga :  HPN 2026: LPDS Gelar UKW Perkuat Kompetensi Wartawan Banten

Diketahui bahwa agen hayati adalah organisme yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti hama dan penyakit tanaman, dengan cara yang ramah lingkungan.

Penggunaan agen hayati merupakan bagian dari pengendalian hayati, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, ia berharap, tanaman padi yang terkena penyakit dapat pulih dan hasil panen tidak mengalami penurunan yang signifikan. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemohon SKCK di Polres Pandeglang Alami Lonjakan

Daerah

Kopi Setiap Hari, Minum Susu Kapan-kapan

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tinjau Pemantauan Hilal di UIN SMH Banten

Daerah

Indonesia Batal Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Berikut Penjelasan FIFA

Daerah

Mensesneg Resmikan Revitalisasi Kelistrikan PLN di Istana Kepresidenan Jakarta

Daerah

Rancangan APBD Kota Serang TA 2024 Alami Penurunan

Daerah

ASN di Kota Serang Rawan Tidak Netral, Pemkot Serang Gelar Ikrar Netralitas ASN

Daerah

Fauzan Dardiri Didukung Puluhan OKP Maju di Musda VI KNPI Kota Serang