Home / Daerah

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:54 WIB

Mahasiswa Demo Kantor BPJN Banten Terkait Pembangunan Jembatan Cirokoy

BagusNews.Co – Gerakan Mahasiswa Pandeglang (GEMPA) menggelar aksi unjuk rasa terhadap pelaksanaan proyek Penggantian Jembatan Cirokoy yang dikerjakan oleh PT. Bangun Cipta Azima Mandiri yang berada di bawah pengawasan konsultan serta PPK SATKER PJN Wilayah Serang melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Bidang Bina Marga.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai indikasi pelanggaran serius, mulai diduga buruknya pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ketiadaan kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (AMDAL Lalin), keterlambatan progres pekerjaan, hingga dugaan ketidaksesuaian teknis dalam pembangunan.

“Kami mendapati sejumlah fakta di lapangan yang sangat mengkhawatirkan. Proyek ini tidak hanya bermasalah secara teknis dan administratif, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Kami mendesak evaluasi menyeluruh atas proyek ini,” ujar Khoerul Muslim Korlap Aksi pada Rabu, 13 Agustus 2025 di halaman BPJN Banten.

Baca Juga :  HUT ke-24 Provinsi Banten Dimeriahi Turnamen Bola Basket

Sementara, Gamal Arya Mandalika salah satu masa aksi menyampaikan pihaknya mencatat proyek tersebut tidak menunjukkan rambu-rambu pengamanan yang memadai, para pekerja tidak dibekali perlindungan standar K3, dan dampak lalu lintas tak dikelola dengan baik, memicu keresahan warga.

“Banyak pelanggaran teknis yang terindikasi terjadi, dari keterlambatan jadwal sampai pekerjaan yang kami duga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan Kerangka Acuan Kerja. Ini mencoreng prinsip pembangunan yang berkualitas dan bertanggung jawab,” katanya

Baca Juga :  Kota Serang dan Pandeglang Paling Rawan Politik Uang di Pemilu 2024

Lebih lanjut, mereka menyebut bahwa lemahnya pengawasan dari pihak konsultan, PPK, serta Bidang Bina Marga BPJN Banten merupakan akar dari menurunnya mutu proyek. Kinerja pengawasan dianggap tidak responsif dan gagal mendeteksi pelanggaran teknis di lapangan. Mereka meminta agar pimpinan Bidang Bina Marga BPJN Banten turut bertanggung jawab dan melakukan pembenahan menyeluruh.

Aksi memiliki sejumlah tuntutan, diantaranya evaluasi menyeluruh terhadap proyek penggantian Jembatan Cirokoy, Penegakan standar K3 dan AMDAL Lalin secara ketat, Penindakan hukum terhadap pelanggaran spesifikasi dan peraturan, dan Peningkatan fungsi pengawasan oleh Bidang Bina Marga BPJN Banten secara transparan dan akuntabel.(red/Guntur)

Share :

Baca Juga

Daerah

TPA Bangkonol Terancam Ditutup, Ini Kata Wakil Bupati Pandeglang

Daerah

Bahas Kerjasama Politik Jelang Pilwalkot Serang, Nuraeni Sambangi DPW PAN Banten

Daerah

Kembangkan Silat Kaserangan, Mahasiswa KKN UGM Gelar Latihan Bersama Disporapar Kabupaten Serang

Daerah

Antisipasi Penyakit Pada Hewan Kurban, Distan Banten Gelar Pertemuan Persiapan Idul Adha

Daerah

DPS Provinsi Banten di Pilkada 2024 Mencapai 8,9 Juta Pemilih, KPU Banten : Jumlah Ini Hasil Dari Coklit

Daerah

Wartawan dan Mahasiswa Gelar Aksi di Polda Banten, Ini 3 Tuntutannya

Daerah

Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Satpol PP dan Forkopimda Kabupaten Tangerang Bersihkan Pantai Pulau Cangkir

Daerah

Program Bang Andra Selesaikan Jalan Surianeun–Pasirgadung, Bronjong Terdampak Luapan Sungai