BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi melaunching implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), yang digelar di Hotel Aston Serang, Senin, 5 Januari 2026.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh, Kepala Regional BKN III Jawa Barat Banten Wahyu, Gubernur Banten Andra Soni, dan Wali Kota Serang Budi Rustandi, turut hadir dalam kesempatan ini.
Budi menyampaikan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan upaya mewujudkan birokrasi yang transparan di lingkungan Pemkot Serang.
”Ke depannya, kita akan melakukan terkait perubahan birokrasi yang mana tolak ukurnya adalah kinerja,” ujarnya.
Ia mengatakan manajemen talenta menjadi kebutuhan kepala daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, birokrasi profesional, dan pelayanan publik yang semakin baik.
”Dan ini sangat bagus sekali. Tentunya dari sisi pembiayaan juga lebih efisien,” ucap Budi.
Sementara itu, Kepala BKN, Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan saat ini baru hanya Pemprov Banten, Pemkot Serang dan Pemkot Tangerang yang telah menerapkan manajemen talenta ASN.
”Kita dorong tadi dari lima kabupaten, karena kota Tangerang itu sudah lebih dulu zaman KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),”katanya.
Ia mengatakan ketika manajemen talenta dialihkan ke BKN, Kota Serang menjadi wilayah pertama di Provinsi Banten yang pertama kali menerapkan manajemen talenta.
”Alhamdulillah, hari ini saya bersama Pak Gubernur Banten melaunching penerapan manajemen talenta untuk Kota Serang. Sejak manajemen talenta dialihkan di BKN, Provinsi Banten itu yang pertama untuk wilayah provinsi di sini (Kota Serang), jelasnya.
Zudan menyebut lima kota kabupaten di Provinsi Banten pada tahun 2026 ini akan menerapkan manajemen talenta.
”Lima kabupaten kota akan menerapkan manajemen talenta nanti di bulan Juni. Dan satu akan dilaksanakan di bulan Februari, ini saya senang banget,” ucap Zudan.
Pihaknya menargetkan pada tahun 2026 kota kabupaten se-Banten untuk menerapkan manajemen talenta.
”Jadi tahun ini 100 persen kita targetkan seluruh Banten ya, Pak Gubernur, bisa menerapkan manajemen talenta semua. Ini kalau bisa diwujudkan satu-satunya di Indonesia, provinsi (Banten) yang seluruhnya menerapkan manajemen talenta. Itu yang penting,” ujarnya.
Menurut Zudan, manajemen talenta bertujuan untuk menempatkan pejabat secara objektif berdasarkan kinerja untuk menduduki jabatan dalam rangka melaksanakan visi misi kepala daerah.
”Inilah yang sangat penting gunanya untuk menghindarkan intervensi politik. Kita menuju profesionalisme dan objektivitas,” ungkap dia.
”Siapa berkinerja terbaik yang mampu melaksanakan visi misi, itulah yang akan didudukkan dalam jabatan. Mudahnya seperti itu,” tambahnya.
Zudan menilai jika ada pemda yang tidak menerapkan manajemen talenta, akan membutuhkan waktu lama dan memerlukan biaya besar.
”Kalau yang belum menerapkan manajemen talenta rugi sendiri. Karena untuk memilih pejabat butuh waktu panjang dan memerlukan biaya yang tinggi. Kalau ini bisa cepat dan biayanya jauh lebih efisien,” ucapnya.
”Kita by system. Jadi kita menggunakan ASN digital, menggunakan SIMATA, kita monitor di dalam sistem. Jadi pergerakan sistem karirnya akan tampak di BKN,” pungkas Zudan.(Red/Roy)







